Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Hampir Rp1 Miliar Dikucurkan untuk Kuatkan UMKM Kabupaten Gorontalo

95
×

Hampir Rp1 Miliar Dikucurkan untuk Kuatkan UMKM Kabupaten Gorontalo

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo mengucurkan bantuan senilai Rp992,5 juta untuk 397 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Gorontalo. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Gusnar Ismail bersama Bupati Sofyan Puhi.

Penyaluran dilakukan di dua tempat. Sebanyak 115 pelaku UMKM menerima bantuan di Kecamatan Telaga Biru pada Senin (31/8/2026). Kemudian 282 pelaku lainnya menerima di Kantor Lurah Kayubulan, Kecamatan Limboto, Selasa (1/9/2026).

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Bantuan yang diberikan berupa paket bahan baku usaha. Komoditasnya disesuaikan dengan jenis usaha penerima, mulai dari pembuat kue, warung makan, penjual gorengan, hingga kios sembako.

Isinya antara lain beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, tepung beras, susu kental manis, margarin, hingga mi instan. Program ini merupakan hasil aspirasi 8 anggota DPRD Provinsi Gorontalo dapil Kabupaten Gorontalo.

Gubernur Gusnar Ismail berharap bantuan tersebut bisa menjadi tambahan modal untuk memutar usaha.

“Nilainya memang terbatas, tapi semoga bisa dikembangkan untuk kemajuan usaha bapak ibu,” ujar Gusnar.

Sementara itu, Bupati Sofyan Puhi menegaskan bantuan wajib digunakan sebagai modal usaha, bukan kebutuhan konsumtif.

“Gunakan sebaik-baiknya agar dagangan bisa terus berputar dan usahanya berkembang,” kata Sofyan.

Ia juga menyampaikan Pemkab Gorontalo berkomitmen menguatkan ekosistem UMKM. Tahun 2026 ini dialokasikan anggaran sekitar Rp16 miliar untuk program penguatan UMKM.

Dukungan diberikan lewat permodalan, pendampingan teknis, dan perluasan pasar. Ada program “Perempuan Hebat” bersama Bank SulutGo dan TP PKK dengan pembiayaan di bawah Rp10 juta tanpa agunan bunga 3% per tahun.

Selain itu tersedia PLUT di Telaga untuk pendampingan produksi dan kemasan, serta UMKM Center di Telaga sebagai pusat pemasaran produk lokal.

“Target kita UMKM semakin mandiri dan naik kelas, sekaligus menggerakkan ekonomi daerah,” pungkas Sofyan. (Adv)

Share :