Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

BWS Sulawesi II Gorontalo Petakan Titik Rawan Kekeringan dan Siagakan Bantuan Air Bersih

81
×

BWS Sulawesi II Gorontalo Petakan Titik Rawan Kekeringan dan Siagakan Bantuan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Kepala BWS Sulawesi II Gorontalo Ali Rahmat bersama jajaran. (Foto: Aldy/Gosulut)

GOSULUT.ID – Di tengah musim kemarau 2026, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo telah menyalurkan 59.000 liter air bersih untuk 575 Kepala Keluarga di 7 desa.

Selain itu, BWS juga memetakan titik rawan kekeringan dan menyiagakan pompa air untuk antisipasi dampak lebih luas.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Kepala BWS Sulawesi II Gorontalo, Ali Rahmat mengatakan pemetaan titik rawan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan debit air dan volume di sungai dan bendungan yang dilakukan setiap hari.

Para petugas BWS Sulawesi II Gorontalo saat menyalurkan bantuan air bersih ke warga terdampak kemarau. (Foto: Humas)

“Kami pantau terus kondisi sungai atau bendungan. Dari data itu kita bisa tahu daerah mana yang berpotensi mengalami krisis air saat kemarau,” ujar Ali Rahmat kepada awak media, Jumat (31/7/2026).

Sebagai bentuk nyata penanganan, BWS Sulawesi II Gorontalo telah menyalurkan bantuan air bersih di 2 Kabupaten, 4 Kecamatan, dan 7 Desa. Penyaluran dilakukan di 4 titik utama.

Rinciannya, bantuan disalurkan ke Desa Motilango sebanyak 15.000 Liter untuk 180 KK, Desa Botuwombato 20.000 Liter untuk 175 KK, Desa Ombulodata 20.000 Liter untuk 150 KK, dan Desa Motinolo 4.000 Liter untuk 70 KK.

“Untuk hari ini penyaluran fokus di 3 wilayah yaitu Desa Mulyonegoro, Ombulodata, dan Desa Lioto Bongomeme,” jelas Ali.

Untuk mendukung distribusi, BWS Sulawesi II mengerahkan 3 unit armada yakni 1 unit mobil tangki berkapasitas 5.000 Liter dan 2 unit berkapasitas 4.000 Liter.

“Kami juga tidak bekerja sendiri. Untuk wilayah Kab. Bone Bolango, distribusi dibantu oleh BPBD Provinsi, BPBD Bone Bolango, dan PMI Provinsi,” tambahnya.

Selain menyalurkan air bersih, BWS Sulawesi II juga telah menyiagakan pompa air di lokasi-lokasi strategis. Pompa ini disiapkan untuk membantu pengairan di area pertanian yang sumber airnya mulai berkurang.

Ali mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air selama musim kemarau.

“Kami ajak masyarakat hemat air mulai dari rumah. Jaga kebersihan sumber air dan segera laporkan jika ada kerusakan saluran. Masyarakat juga bisa menghubungi hotline kami 0821-9064-641 selama 24 jam,” pungkasnya.

BWS Sulawesi II menegaskan komitmennya menjaga ketersediaan air untuk rumah tangga dan air baku agar dampak kemarau 2026 dapat diminimalisir.

Share :  
Post ADS
error: Content is protected !!