Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Muhammadiyah Gorontalo, Jamsostek Diperluas ke AUM dan Jamaah

138
×

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Muhammadiyah Gorontalo, Jamsostek Diperluas ke AUM dan Jamaah

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo resmi menjalin kerja sama dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Gorontalo.

Penandatanganan Nota Kesepahaman berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo, pada Selasa (14/7/2026) malam.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

MoU ini menjadi langkah strategis memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh ekosistem Muhammadiyah di Gorontalo.

Kegiatan tersebut disaksikan Ketua Bidang Pembinaan Kesehatan Umum, Kesejahteraan Umum, dan Resiliensi Bencana PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy dan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.

Penandatanganan dilakukan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo Sanco Simanullang bersama Ketua PWM Gorontalo Sabara Karim Ngou.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, Sanco Simanullang menjelaskan ruang lingkup kerja sama mencakup pendaftaran pekerja Penerima Upah (PU) seperti guru, dosen, tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, pegawai rumah sakit, pegawai sekolah, dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Selain itu juga menyasar pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) di antaranya petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, mubalig, marbot, pengemudi, tukang, dan pekerja mandiri lainnya yang merupakan bagian keluarga besar Muhammadiyah.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap seluruh warga Muhammadiyah yang bekerja, baik di sektor formal maupun informal, dapat memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sehingga mereka dan keluarganya merasa lebih aman dalam bekerja,” ujar Sanco.

Ditempat yang sama, Gubernur Gusnar Ismail menegaskan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan penting bagi seluruh pekerja, baik penerima upah maupun bukan penerima upah.

Ia meluruskan anggapan masyarakat yang menilai kecil manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

“Hanya dengan iuran paling rendah sebesar Rp16.800 per bulan, peserta bisa memperoleh manfaat hingga Rp42 juta apabila mengalami risiko kerja sesuai ketentuan program. Ini adalah bentuk perlindungan negara yang sangat nyata bagi masyarakat,” ucap Gusnar.

Gubernur juga mengajak seluruh jajaran Muhammadiyah untuk menjadi peserta.

“Saya mengimbau seluruh jajaran Muhammadiyah, mulai dari pengurus wilayah, daerah, cabang, ranting, pengelola amal usaha, hingga seluruh jamaah Muhammadiyah agar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan ini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk memberikan rasa aman kepada keluarga,” katanya.

Pemprov Gorontalo sendiri baru meraih penghargaan Universal Coverage Jamsostek tertinggi se-Sulawesi dan Maluku dengan capaian kepesertaan sekitar 50 persen.

Sementara itu, Ketua PWM Gorontalo Sabara Karim Ngou menyebut penandatanganan MoU menjadi momentum memperkuat sinergi dalam edukasi dan perluasan kepesertaan.

“Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak berkomitmen mendorong semakin banyak pekerja, baik di lingkungan amal usaha Muhammadiyah maupun masyarakat secara luas, memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga terlindungi dari risiko sosial ekonomi akibat kecelakaan kerja maupun meninggal dunia,” Imbuhnya

Di hari yang sama, Ketua Bidang Pembinaan Kesehatan Umum, Kesejahteraan Umum, dan Resiliensi Bencana PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy membuka Musypimwil Muhammadiyah dan Aisyiyah Gorontalo 2026.

Ia menegaskan Muhammadiyah harus terus bertransformasi menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai dasar Persyarikatan.

“Transformasi harus dilakukan dengan tetap menjaga kesinambungan nilai. Muhammadiyah boleh berkembang mengikuti perubahan zaman, tetapi tidak boleh kehilangan arah dan jati dirinya,” pungkasnya.

Share :  
error: Content is protected !!