GOSULUT.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo bersama PMI Kabupaten Gorontalo (Kabgor) dan PMI Kecamatan Telaga menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang tertimpa musibah. Melalui kolaborasi kemanusiaan, ketiga tingkatan PMI tersebut menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Pilohayanga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, yang terjadi pada 28 Juni 2026.
Dua kepala keluarga yang terdampak dalam musibah tersebut adalah Warno Suleman dan Kadir Hasan. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban para korban selama masa tanggap darurat.
PMI Provinsi Gorontalo menyerahkan berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat, di antaranya 100 kilogram beras, sembilan lembar selimut, empat boks air mineral, empat karton mi instan, dua unit kompor gas, empat set pakaian sekolah, buku tulis, dua lembar terpal, paket kebersihan (hygiene kit), sembilan buah matras, serta pakaian untuk orang dewasa. Sementara itu, PMI Kabupaten Gorontalo bersama PMI Kecamatan Telaga turut memberikan bantuan berupa santunan dana.
Ketua PMI Provinsi Gorontalo, Ishak Liputo, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen yang dilakukan PMI terhadap kebutuhan para korban.
“Kami dari PMI Provinsi Gorontalo bersama PMI Kabupaten Gorontalo dan PMI Kecamatan Telaga turun langsung meninjau lokasi sekaligus menyerahkan bantuan. Berdasarkan hasil asesmen yang kami lakukan, bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat pada masa darurat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, para korban menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan PMI. Menurutnya, kebakaran di Desa Pilohayanga merupakan musibah kebakaran kedua yang terjadi di Kecamatan Telaga dalam waktu berdekatan, setelah sebelumnya kebakaran juga terjadi di Desa Bunggalo.
“Mudah-mudahan ini menjadi musibah yang terakhir. Kami berharap para korban mendapatkan perhatian lebih lanjut dari pemerintah agar dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan seperti sediakala,” katanya.
Ditegaskan, bahwa Gubernur Gorontalo turut memberikan perhatian terhadap musibah tersebut. Bahkan, sesaat sebelum keberangkatannya menuju lokasi penyerahan bantuan, Ishak menerima telepon langsung dari Gubernur.
“Saya menyampaikan kepada Pak Gubernur bahwa saya sedang menuju Desa Pilohayanga untuk menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran. Beliau menitipkan salam kepada masyarakat dan menyampaikan bahwa pemerintah akan melihat kemungkinan bantuan lanjutan yang bisa diberikan,” jelasnya.
Menurutnya, perhatian Gubernur terhadap penanganan bencana tidak terlepas dari pengalamannya sebagai mantan Ketua PMI Provinsi Gorontalo, sehingga memahami pentingnya penanganan darurat bagi masyarakat yang terdampak musibah.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usia yang diwakili Kepala Markas PMI Kabupaten Gorontalo, Boby Hasan, menegaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk sinergi dan kepedulian bersama antarjenjang PMI.
“Kolaborasi antara PMI Provinsi, PMI Kabupaten Gorontalo, dan PMI Kecamatan Telaga merupakan wujud nyata kepedulian kepada masyarakat. Bantuan ini kami distribusikan sebagai bentuk perhatian bersama kepada warga yang sedang mengalami musibah,” katanya.
Ia menambahkan, penanganan bencana seperti kebakaran menjadi salah satu program prioritas PMI Kabupaten Gorontalo. Setiap terjadi kondisi darurat, PMI akan berupaya bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pada kesempatan itu, Boby juga menyampaikan permohonan maaf karena Ketua PMI Kabupaten Gorontalo tidak dapat hadir akibat sedang melaksanakan tugas di luar daerah.
Sementara itu Ketua PMI Kecamatan Telaga, Debi Hasan menambahkan bahwa pihaknya merasa terpanggil untuk terus hadir membantu masyarakat yang tertimpa musibah.
“Kami dari PMI Kecamatan Telaga merasa terpanggil untuk membantu korban bencana. Insyaallah bantuan tidak berhenti sampai di sini. Kami masih akan menyalurkan bantuan pada tahap berikutnya, terutama untuk kebutuhan anak-anak yang masih bersekolah maupun korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit,” ujarnya.
Debi berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban sekaligus menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus hidup di tengah masyarakat Gorontalo.







