GOSULUT.ID – Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Limboto, Kabupaten Gorontalo dimanfaatkan Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK P4S) untuk memperkuat kapasitas SDM pertanian.
Lewat Temu Profesi yang digelar di Aula Gedung Guru PGRI, Minggu (21/06/2026), FK P4S juga memfasilitasi tukar pengalaman inovasi serta memperluas jejaring bisnis pertanian sampai ke pasar luar negeri.
Acara dibuka oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian, Tedy Dirhamsyah.
Menurut Tedy, FK-P4S berperan penting sebagai ujung tombak melahirkan petani yang tangguh, profesional, dan siap bersaing.
“Lewat pelatihan dan pendampingan, kami menyiapkan petani yang berdaya. Forum ini juga jadi wadah bagi petani, pelaku usaha, sampai eksportir untuk saling belajar dan membangun kemitraan,” kata Tedy.
Dalam forum itu, FK P4S juga menggelar business matching serta menggandeng pihak swasta. Tujuannya mendorong perluasan pasar komoditas pertanian, baik di dalam negeri maupun ekspor.
Tedy juga menyebut FK-P4S aktif mendorong anak muda ikut program magang ke Jepang dan Taiwan. Standar pelatihan FK-P4S bahkan sudah mendapat pengakuan dari Jepang lewat skema Specified Skilled Worker (SSW).
“Dengan skema SSW, tenaga kerja Indonesia bisa berkarier profesional di sektor pertanian Jepang. Ini bukti kualitas SDM pertanian kita diakui dunia,” ungkapnya.
Dia menilai pengukuhan FK P4S Gorontalo bisa jadi titik tolak memperkuat sektor pertanian daerah. Selain jagung, potensi perkebunan, perikanan, hingga kelautan juga besar.
Ia menyebut PENAS XVII sebagai ruang belajar bagi Gorontalo dari daerah lain, agar komoditas unggulan daerah bisa naik kelas ke level nasional dan internasional.
“Kami berharap forum ini menjadikan Gorontalo teladan dalam membangun pertanian yang modern, mandiri, dan berkelanjutan,” tutupnya.

































