Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Sulawesi Utara

​Dibalik Polemik Akses Jalan Tinerungan, PT TTN Berupaya Jaga Keselamatan Warga sebagai Prioritas Utama

58
×

​Dibalik Polemik Akses Jalan Tinerungan, PT TTN Berupaya Jaga Keselamatan Warga sebagai Prioritas Utama

Sebarkan artikel ini
Presdir PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), David Sompie. (Foto: Istimewa)

GOSULUT.ID – Di tengah dinamika pembangunan infrastruktur dan tuntutan aksesibilitas masyarakat di Tinerungan, PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) menegaskan bahwa keselamatan warga tetap menjadi komitmen utama perusahaan.

Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Bitung dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara di Hotel Fave Bitung pada Senin (15/06/2026) kemarin.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Presiden Direktur PT TTN, David Sompie mengungkapkan, perusahaan memahami sepenuhnya keinginan warga untuk mendapatkan akses jalan yang lebih layak dan aman.

Namun, keputusan mengenai penggunaan jalan khusus milik perusahaan tidak bisa diambil secara terburu-buru tanpa perhitungan matang mengenai standar keselamatan yang berlaku.

​”Bagi kami, keselamatan adalah harga mati. Jalan khusus yang kami bangun dirancang dengan spesifikasi teknis tertentu. Kami ingin memastikan bahwa jika akses ini digunakan untuk kepentingan umum, prosedurnya harus menjamin keamanan bagi setiap pengguna jalan,” ujar David dengan nada terbuka.

Ia menekankan bahwa kepedulian perusahaan terhadap warga Tinerungan bukan sekadar retorika.

Hingga saat ini, perusahaan telah merealisasikan tanggung jawab sosialnya melalui proses pembebasan lahan yang adil, di mana lebih dari separuh warga telah menerima kompensasi yang layak.

Bahkan, wujud nyata kepedulian tersebut terlihat dari relokasi bagi sekitar 30 keluarga ke perumahan baru yang dibangun oleh perusahaan di kawasan Danowudu.

Terkait kondisi longsor di ruas jalan utama, PT TTN juga terus berupaya melakukan perbaikan secara intensif.

Meski dihadapkan pada tantangan teknis, perusahaan tetap menempatkan petugas untuk mengawal sistem buka-tutup lalu lintas.

Langkah ini diambil semata-mata untuk mencegah risiko kecelakaan bagi warga yang melintas, sembari menunggu perbaikan tuntas dilakukan.

​”Kami tidak hanya bicara soal infrastruktur, tetapi soal nyawa manusia. Kami mohon dukungan dan pengertian warga, karena setiap langkah perbaikan yang kami lakukan di titik longsor maupun pengaturan lalu lintas, tujuannya hanya satu: memastikan warga bisa melintas dengan aman,” tambah David.

Menanggapi harapan warga agar jalan khusus perusahaan dapat dimanfaatkan sementara waktu, PT TTN menyatakan sikap kooperatif.

Perusahaan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan BPJN dan Pemerintah Kota Bitung untuk mencari titik temu yang paling aman bagi masyarakat.

​Dialog yang terbangun dalam rapat koordinasi tersebut diharapkan menjadi jembatan untuk meredam kekhawatiran warga.

PT TTN berkomitmen untuk tetap transparan, baik terkait proses perbaikan jalan maupun kebijakan perusahaan, demi menjaga keharmonisan yang telah terjalin selama ini dengan warga sekitar.

​”Kami adalah bagian dari masyarakat di sini. Hubungan baik dengan warga Tinerungan adalah prioritas. Kami percaya, dengan komunikasi yang terus terjaga dan mengedepankan asas keselamatan, solusi terbaik bagi kita semua akan segera tercapai,” tutupnya.

​Pertemuan ini pun menjadi bukti bahwa di balik kompleksitas persoalan infrastruktur, terdapat upaya nyata dari semua pihak termasuk perusahaan untuk duduk bersama, mendengarkan, dan mengutamakan kepentingan kemanusiaan di atas segalanya.

Share :  
error: Content is protected !!