Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Produk UMKM Gorontalo Disiapkan Jadi Oleh-oleh Khas Peserta PENAS KTNA XVII

88
×

Produk UMKM Gorontalo Disiapkan Jadi Oleh-oleh Khas Peserta PENAS KTNA XVII

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Lembaga Inkubator Bisnis METRIC bersama Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gorontalo tengah mematangkan kurasi produk unggulan UMKM lokal.

Langkah ini dilakukan sebagai persiapan menyambut Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII di Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Kurasi ini bukan sekadar menyeleksi barang yang akan dipamerkan. Targetnya, produk UMKM Gorontalo harus siap bersaing, layak jual, sekaligus bisa menjadi buah tangan khas daerah bagi ribuan peserta PENAS dari berbagai provinsi.

Manajer METRIC Zulkarnain Husain menjelaskan, proses kurasi mencakup penilaian menyeluruh mulai dari kualitas, desain kemasan, hingga kesiapan produk masuk pasar nasional.

“Produk yang ikut kurasi akan dinilai dari mutu, packaging, sampai kesiapan pasarnya. Kami berharap produk terpilih bisa jadi oleh-oleh unggulan saat PENAS dan membuka peluang kerja sama pemasaran setelah event selesai,” kata Zulkarnain.

Tahapan Kurasi UMKM PENAS XVII

Kurasi berjalan di bawah koordinasi Bidang UKM DisKopUKM Kabupaten Gorontalo. METRIC menurunkan FASTRIC Team sebagai tim teknis yang menangani proses seleksi.

Kabid UKM DisKopUKM, Cilik Hamzah Tomayahu, merinci jadwalnya. Registrasi UMKM dibuka 3 sampai 5 Juni 2026. Tahap kurasi produk berlangsung 8 sampai 10 Juni 2026.

Produk yang lolos nantinya akan ditempatkan di booth resmi DisKopUKM Kabupaten Gorontalo selama PENAS XVII berlangsung 20-25 Juni 2026. Stand tersebut jadi etalase utama produk unggulan daerah.

Dorong UMKM Naik Kelas

METRIC fokus pada dua hal yakni menciptakan wirausaha baru dan menguatkan UMKM yang sudah ada lewat program inkubasi. Pendekatan ini diharapkan melahirkan ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Kepala DisKopUKM Kabupaten Gorontalo Arifin Suaib menyebut METRIC punya peran penting mencetak pelaku usaha mandiri. Penguatan UMKM lewat inkubasi sejalan dengan visi Pemkab Gorontalo membangun ekonomi kerakyatan.

“METRIC kami harapkan melahirkan wirausaha baru yang tumbuh, sehingga berdampak langsung ke ekonomi daerah,” ujar Arifin.

Buka Peluang Pasca PENAS

Lebih dari pameran, kurasi PENAS XVII juga jadi pintu masuk UMKM Gorontalo ke pasar yang lebih luas. METRIC menyiapkan peluang kerja sama lanjutan dengan peserta PENAS, termasuk jaringan distribusi antar provinsi.

Cilik Hamzah menambahkan, proses kurasi dilakukan profesional oleh FASTRIC Team. Penilaiannya mencakup aspek mutu produk, kemasan, sampai kesiapan distribusi.

Dengan kurasi ini, METRIC menegaskan komitmennya tidak hanya di pelatihan. Penguatan ekosistem bisnis UMKM dilakukan menyeluruh agar kehadiran Gorontalo di PENAS XVII benar-benar memberi dampak jangka panjang bagi pelaku usaha lokal.

Share :  
error: Content is protected !!