Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten GorontaloViral

Usai Santap MBG, Puluhan Siswa SD di Kabupaten Gorontalo Alami Mual dan Muntah-muntah

770
×

Usai Santap MBG, Puluhan Siswa SD di Kabupaten Gorontalo Alami Mual dan Muntah-muntah

Sebarkan artikel ini
Kepala SDN 11 Telaga Biru, Aten Radjak Kadir.

GOSULUT.ID – Puluhan siswa SDN 11 Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, mengalami mual, sakit perut, dan muntah-muntah usai menyantap makanan program MBG pada Kamis (21/05/2026) pagi.

Kepala SDN 11 Telaga Biru, Aten Radjak Kadir mengatakan, kejadian berlangsung sekitar pukul 09.30 Wita. Sebanyak 23 siswa langsung dilarikan ke Puskesmas Telaga Biru setelah mengeluh sakit perut dan muntah.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Kami di SDN 11 Telaga Biru tadi pada pukul 09.30 Wita ada beberapa siswa sekitar 23 siswa yang mengalami mual, sakit perut dan muntah-muntah. Kemudian kami dari pihak sekolah berupaya membawa mereka ke Puskesmas Telaga Biru,” ujar Aten kepada awak media.

Menurutnya, dari 153 porsi MBG yang diantar setiap hari, hanya 23 siswa yang mengalami keluhan. Gejala muncul tak lama setelah mereka mengonsumsi makanan tersebut.

“Setelah menyantap MBG mereka sakit perut, mereka muntah, keluar makanan yang sudah disantap,” katanya.

Aten menduga penyebabnya berasal dari buah pepaya dalam paket MBG yang sudah tidak layak konsumsi. Pihak sekolah langsung menghubungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat kejadian.

“Kami berprediksi itu dari makanan yang mereka santap, ada buah yang sudah tidak layak dimakan, karena tadi itu ada buah pepaya,” jelasnya.

Saat ini sebagian besar siswa sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis. Hanya satu siswa kelas 1 yang masih berada di klinik karena baru menunjukkan gejala pada siang hari.

“Hanya saja masih 1 orang berada di klinik, itu yang kelas 1. Karena kelas 1 ini hingga jam 11 belum ada reaksi apa-apa. Nanti setelah kami kembali ke sekolah pukul 12.15, kami ditelepon ortunya bahwa anaknya sudah dilarikan ke klinik,” ungkap Aten.

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo juga telah turun ke lokasi untuk mengambil sampel makanan.

“Kemudian dari Dinas Kesehatan Provinsi juga sudah turun mengambil sampel makanan itu. Insya Allah apa yang diduga sementara itu tidak benar,” tutupnya.

Share :  
Post ADS
error: Content is protected !!