Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Latihan “Mati-matian” Endingnya Batal, Banyak Pegiat Kecewa Pacuan Kuda Tak Digelar

662
×

Latihan “Mati-matian” Endingnya Batal, Banyak Pegiat Kecewa Pacuan Kuda Tak Digelar

Sebarkan artikel ini
Gambar Ilustrasi.

GOSULUT.ID – Kepala Desa Yosonegoro Isa Hanapi mengungkapkan bahwa banyak para pegiat pacuan kuda dan karapan sapi kecewa karena batalnya event tahunan yang kerap dilaksanakan untuk memeriahkan Lebaran Ketupat di Gorontalo.

“Ya jelas, para pegiat kuda dan sapi banyak yang kecewa. Sebab sudah jauh hari mereka latihan, namun tiba-tiba eventnya tidak dilaksanakan,” ungkap Isa saat diwawancarai awak media.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Agar latihan yang selama ini mereka lakukan tidak sia-sia, kata dia, para pegiat kini mengikuti event tahunan tersebut di Sulawesi Utara.

“Sudah banyak pemilik sapi yang telah membawa hewan mereka ke Desa Ikhwan, Dumoga, Sulawesi Utara untuk mengikuti event serupa,” katanya.

“Jadi para pegiat yang sudah berangkat ke Dumoga itu dari Desa Yosonegoro, Limboto Barat dan Desa Reksonegoro, Tibawa,” sambungnya.

Lebih lanjut, Isa Hanapi menuturkan, bahwa keikutsertaan para pegiat karapan sapi asal Gorontalo di luar daerah ini agar tidak kehilangan kesempatan berkompetisi, mengingat kegiatan tersebut agenda penting bagi mereka setiap tahun.

“Keikutsertaan mereka di luar daerah itu menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap tradisi karapan sapi, meski harus mengikuti event di luar daerah,” tandasnya.

Sebelumnya, Pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Provinsi Gorontalo telah menerbitkan Surat Resmi tentang ditiadakannya event tahunan pacuan kuda dalam rangka perayaan tradisi lebaran ketupat 2026.

Dalam surat itu dijelaskan, pembatalan kegiatan dilakukan setelah melalui rapat bersama antara pengurus Pordasi dan Dinas Olahraga dan Pariwisata Provinsi Gorontalo, pada Kamis 19 Maret 2026.

Adapun sejumlah alasan utama pembatalan kegiatan, antara lain lambatnya koordinasi dan minimnya kesiapan panitia, keterbatasan dukungan anggaran dari pemerintah, serta tidak adanya dukungan dana operasional untuk pengurusan izin keramaian.

Selain itu, kondisi lapangan pacuan juga dinilai belum memadai. Beberapa fasilitas pengamanan, seperti pagar jalur pacuan, dilaporkan mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan keselamatan kuda, joki, maupun penonton jika kegiatan tetap dipaksakan.

Share :  
Post ADS
error: Content is protected !!