GOSULUT.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) memastikan kualitas daging sapi yang beredar di pasaran menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo Endi Manyo’e kepada Gosulut.id, Rabu (11/03/2026).
Menurut dia, kebutuhan daging sapi yang melonjak drastis menjelang perayaan Idul Fitri selalu menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Lonjakan permintaan tersebut pun berpotensi memicu peredaran daging yang tidak memenuhi standar kesehatan atau kualitas. Oleh karena itu, jaminan kualitas menjadi sangat krusial.

“Dinas Peternakan dan Keswan Kabupaten Gorontalo berkomitmen penuh untuk menjaga kesehatan masyarakat. Kami memastikan bahwa setiap produk daging yang dijual di pasaran itu bebas dari penyakit atau kontaminan berbahaya sehingga aman untuk dikonsumsi,” ujar Endi.
Ia juga menjelaskan, bahwa sejak jauh hari pihaknya telah melakukan langkah proaktif untuk memastikan kualitas Pangan Asal Hewan (PAH) yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) melalui serangkaian upaya pencegahan dan pengawasan terpadu penanganan penyakit ternak.
“Akselerasi Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebagai langkah mitigasi utama, petugas secara masif menyasar sentra-sentra peternakan sapi di seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo untuk memastikan ternak mendapatkan vaksinasi PMK. Langkah preventif ini sangat krusial untuk memastikan ternak yang akan dipotong dan didistribusikan dalam kondisi sehat, memiliki imunitas tinggi dan bebas dari virus menular,” jelasnya.
“Kemudian monitoring tempat pemotongan hewan, dimana tim pengawas diturunkan secara khusus untuk melakukan pemeriksaan intensif di berbagai Rumah Potong Hewan (RPH), Tempat Pemotongan Hewan (TPH) dan fasilitas pemotongan unggas. Pengawasan ini mencakup pemeriksaan ante-mortem (sebelum dipotong) dan post-mortem (setelah dipotong) untuk menjamin kelayakan daging serta kepatuhan terhadap syariat pemotongan halal,” sambung Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo itu.
Lebih lanjut, Endi Manyo’e juga membeberkan, bahwa pihaknya turut melakukan legiatan surveillance atau pengamatan penyakit.
“Dimana sistem deteksi dini diperkuat melalui pengawasan aktif di pasar-pasar tradisional, lokasi penampungan ternak, dan jalur lalu lintas hewan. Jika ditemukan adanya indikasi penyakit, tim akan langsung melakukan isolasi dan penanganan medis sesuai prosedur biosekuriti yang ketat,” tandasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Veteriner, Rita Marwati menambahkan, bahwa sejak Januari hingga Maret ini sebanyak 3.071 ekor sapi yang dilakukan vaksinasi.
“Vaksinasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah penyakit menular, mengurangi angka kematian, serta meningkatkan efisiensi produksi peternakan,” kata Rita.
“Berkat program vaksinasi tersebut sejak Januari hingga Maret 2026 ini kami belum menemukan kasus penyakit menular pada hewan ternak, seperti PMK dan antraks,” tambahnya. (Adv)


















