Scroll ke bawah untuk membaca
Legislatif

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI: Senator Rahmijati Jahja Tekankan Harmonisasi Nilai Kebangsaan dan Keislaman untuk Generasi Muda di Kayubulan

157
×

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI: Senator Rahmijati Jahja Tekankan Harmonisasi Nilai Kebangsaan dan Keislaman untuk Generasi Muda di Kayubulan

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Anggota DPD RI, Senator Rahmijati Jahja, menggelar acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang bertempat di Rumah Cinta Al-Quran David Bobihoe, Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kamis (05/02/2026).

Mengusung tema “Harmonisasi Nilai Kebangsaan dan Nilai Keislaman dalam Membangun Karakter Generasi Muda”, kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WITA ini dihadiri oleh puluhan santri, pengajar ngaji, serta tokoh masyarakat setempat.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Pemilihan Rumah Cinta Al-Quran David Bobihoe sebagai lokasi sosialisasi bukan tanpa alasan. Tempat yang diasuh langsung oleh Senator Rahmijati Jahja ini memang dikenal sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an yang telah melahirkan banyak generasi Qur’ani di Kabupaten Gorontalo.

Suasana religious dan kekeluargaan sangat terasa sejak awal acara, selaras dengan tema yang mengedepankan harmonisasi nilai agama dan kebangsaan.

Dalam pemaparannya, Senator Rahmijati Jahja menjelaskan secara komprehensif mengenai Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila sebagai Dasar Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, pemahaman terhadap pilar-pilar bangsa tidak boleh berjarak dengan nilai-nilai keislaman yang dianut oleh mayoritas masyarakat.

“Kita sering kali memisahkan antara urusan agama dan urusan kebangsaan. Padahal, jika kita dalami, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat sejalan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Gotong royong, keadilan sosial, dan musyawarah adalah nilai-nilai luhur yang juga diajarkan dalam Al-Qur’an,” ujar Senator Rahmijati Jahja di hadapan para peserta.

Ia menekankan bahwa membangun karakter generasi muda tidak bisa dilakukan parsial.

“Di Rumah Cinta Al-Quran ini, kita sudah membangun fondasi keimanan dan akhlak melalui Al-Qur’an. Tugas kita sekarang adalah memastikan mereka juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Generasi muda harus hafal Al-Qur’an, tetapi juga harus cinta tanah air dan memahami konstitusi,” tegasnya.

Lebih lanjut, senator asal Gorontalo itu mengajak para santri untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang juga mengajarkan cinta tanah air.

Ia mencontohkan bagaimana para pejuang kemerdekaan dahulu berjuang dengan landasan iman dan semangat nasionalisme yang menyala.

Salah seorang pengajar di Rumah Cinta Al-Quran, Ustazah Nurhayati, mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dikemas dengan pendekatan religious tersebut. Ia menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan aktivitas keseharian mereka.

“Kami sangat senang dan terbantu dengan sosialisasi ini. Selama ini kami fokus mengajarkan baca tulis Al-Qur’an, tetapi dengan arahan Ibu Senator, kami jadi paham bahwa menanamkan cinta tanah air dan nilai-nilai Pancasila juga bagian dari tanggung jawab kami sebagai pendidik. Ini menyatukan pemahaman kami,” tuturnya.

Kegiatan sosialisasi ini berlangsung interaktif dengan sesi dialog dan tanya jawab antara Senator Rahmijati Jahja dan para peserta.

Acara ditutup dengan doa bersama serta foto bersama, menandai komitmen bersama untuk terus menyinergikan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan cinta tanah air.

Share :  
error: Content is protected !!