Scroll ke bawah untuk membaca
Nasional

Tembus Rp17.300, BI Blak-blakan Kenapa Dolar Makin Galak

81
×

Tembus Rp17.300, BI Blak-blakan Kenapa Dolar Makin Galak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS. (Foto: Istimewa)

GOSULUT.ID – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti membeberkan pemicu kurs rupiah hari ini yang mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga melemah di level atas Rp 17.300/US$.

Menurut dia, tekanan yang terjadi terhadap kurs rupiah hari ini tidak terlepas dari tingginya ketidakpastian global.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Tekanan pada Rupiah yang terjadi sejak pagi tadi lebih banyak karena meningkatnya ketidakpastian global, sehingga mata uang regional mengalami tekanan yang sama,” kata Destry dilansir dari CNBC Indonesia, Kamis (23/04/2026).

Untuk itu, BI akan terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat struktur suku bunga instrumen pro-market untuk tetap menarik aliran modal masuk ke instrumen aset domestik, di tengah berlanjutnya dampak perang Timur Tengah.

“Intervensi yang berkesinambungan akan terus kami lakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder,” jelasnya.

Lebih lanjut, Destry menegaskan, bahwa pelemahan rupiah masih sejalan dengan regional. Secara tahun berjalan atau year to date, kurs rupiah ia anggap telah melemah dengan minus 3,54% dan cadangan devisa tetap terjaga di level US$ 148,2 miliar pada akhir Maret 2026.

Berdasarkan data Refinitiv, per pukul 09.40 WIB, dari sepuluh mata uang Asia yang dipantau, hanya dua mata uang yang menguat dan tujuh lainnya melemah terhadap greenback. Pelemahan terdalam terjadi pada rupiah yang terkoreksi tajam hingga 0,82% ke level Rp17.310/US$.

Sementara itu, tekanan besar juga dialami peso Filipina yang melemah 0,62% ke PHP 60,46/US$, disusul baht Thailand yang turun 0,43% ke THB 32,36/US$.

Won Korea Selatan melemah 0,21% ke KRW1.481,5/US$, sementara ringgit Malaysia turun 0,25% ke MYR 3,96/US$. Adapun dolar Taiwan melemah 0,15% ke TWD 31,51/US$, sedangkan dolar Singapura turun 0,07% ke SGD 1,276/US$. Yuan China juga melemah tipis 0,02% ke CNY 6,828/US$.

Dua mata uang yang masih mampu menguat adalah dong Vietnam yang naik 0,08% ke VND 26.300/US$ dan yen Jepang yang menguat tipis 0,01% ke JPY 159,46/US$.

Share :  
error: Content is protected !!