Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Siasati Anggaran Terbatas, Bupati Sofyan Puhi Genjot Populasi Sapi dengan Optimalisasi Reproduksi dan Non-Reproduksi

84
×

Siasati Anggaran Terbatas, Bupati Sofyan Puhi Genjot Populasi Sapi dengan Optimalisasi Reproduksi dan Non-Reproduksi

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus berupaya menggenjot populasi sapi di wilayahnya. Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, pemerintah menggelar layanan vaksinasi dan Inseminasi Buatan (IB) secara gratis yang dilaksanakan di Desa Haya-Haya, Kecamatan Limboto Barat, pada Kamis (11/06) kemarin.

Program yang dikawal langsung oleh Bupati Kabupaten Gorontalo ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan strategi jitu untuk mencapai target pertumbuhan populasi sapi sebesar 2,5 persen pada tahun 2026.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Bupati Kabupaten Gorontalo, Sofyan Puhi menyampaikan bahwa langkah pro aktif ini sejalan dengan implementasi Misi ke-2 RPJMD 2025-2029 yakni “Mentransformasikan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Teknologi Berorientasi Nilai Tambah dan Berkelanjutan”.

“Meski adanya keterbatasan kemampuan anggaran daerah, pemerintah daerah menyiasatinya dengan program yang efisien dan tepat sasaran. Fokus utama tahun ini adalah menggabungkan dua pendekatan, yakni upaya reproduksi dan non-reproduksi,” ujar Sofyan Puhi.

Salah satu hasil nyata dari pendekatan tersebut, kata Sofyan, adalah masifnya upaya non reproduksi berupa upaya pengendalian penyakit, di mana tercatat 7.039 ekor sapi telah berhasil divaksinasi terhitung sejak Januari hingga minggu kedua Juni 2026.

Di samping itu, ia juga menyebutkan, pemerintah turut mendorong pengadaan anak sapi (pedet) pengganti melalui APBD berupa bantuan bibit ternak sapi, serta memfasilitasi peternak untuk mengakses modal dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) supaya mereka dapat menambah kepemilikan induk sapi baru.

“Agar lonjakan populasi bisa terjadi secara masif dan berkesinambungan, upaya reproduksi berupa layanan IB dikombinasikan dengan berbagai strategi reproduksi yang komprehensif,” imbuh Bupati Kabupaten Gorontalo itu.

Sofyan Puhi pun mendorong para peternak untuk menerapkan perbaikan manajemen kawin alam, menjajaki teknologi transfer embrio, hingga menggunakan teknik sinkronisasi birahi berbasis hormon agar banyak sapi dapat dikawinkan secara serentak.

Lebih dari itu, para peternak juga akan diedukasi untuk bisa mendeteksi gangguan reproduksi sejak dini dan membiasakan diri untuk merawat sapi betina produktif selama mungkin.

“Sebagai penunjang dari sisi non-reproduksi, pemerintah mengambil langkah-langkah strategis berupa pencegahan dan larangan kebiasaan memotong dan pengiriman sapi betina produktif untuk antar pulau, yang selama ini kerap menjadi faktor penghambat naiknya angka populasi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo, Endi Triyanto Manyo’e menambahkan, bahwa upaya tersebut dibarengi dengan dorongan perbaikan nutrisi pakan dan penerapan sistem pencatatan silsilah ternak (pedigree) yang tertib.

“Dengan adanya rekam pencatatan yang rapi, peternak dapat mencegah penjualan sapi betina yang masih produktif, sekaligus mendeteksi sapi yang infertil (majir), sehingga target peningkatan populasi di Kabupaten Gorontalo dapat tercapai,” tambah Endi Triyanto Manyo’e kepada Gosulut.id, Jum’at (12/06/2026). (Adv)

Share :  
error: Content is protected !!