Scroll ke bawah untuk membaca
Legislatif

Sawah Tergenang Tidak Produktif, Espin Tulie Tawarkan Solusi Tambak Jaring Bagi Warga Hunggaluwa

355
×

Sawah Tergenang Tidak Produktif, Espin Tulie Tawarkan Solusi Tambak Jaring Bagi Warga Hunggaluwa

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Dr. Espin Tulie, SE., M.Si, menyerap sejumlah aspirasi warga saat melaksanakan kegiatan reses masa persidangan ketiga tahun 2024–2025 di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (01/07/2025).

Pada sesi dialog atau tanya jawab dengan Ketua Komisi III itu warga menyampaikan keluhan terkait lahan pertanian mereka yang hingga kini masih terendam air dan tidak bisa digarap. Espin menyampaikan bahwa sebagian besar sawah di kawasan itu sudah hampir setahun tidak dapat ditanami padi akibat genangan air. Dari total sekitar 500 hektar lahan, hanya sekitar 50 hektar yang masih memungkinkan untuk ditanami.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Harapan warga tentu agar sawah mereka bisa kembali dibajak. Namun kita tidak bisa memprediksi cuaca dan kondisi alam. Oleh karena itu, perlu ada solusi alternatif yang lebih berkelanjutan,” ujar Espin.

Sebagai solusi, Srikandi PDI-P itu menawarkan alternatif alih fungsi lahan pertanian menjadi tambak dengan sistem jaring. Menurutnya, hal ini lebih relevan karena wilayah tersebut berada di pesisir Danau Limboto yang rawan banjir akibat luapan air.

“Dengan beralih ke petani tambak menggunakan jaring, warga masih bisa menjaga hasil perikanan mereka meski terjadi luapan air danau,” jelasnya.

Solusi ini, katanya kembali, juga telah disampaikan kepada Penjabat Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, yang menyambut baik usulan tersebut. Ke depan, akan dilakukan kajian serta musyawarah bersama antara petani, nelayan, dan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah Kabupaten dan Provinsi.

Ia juga berharap isu ini bisa diangkat sebagai salah satu pembahasan dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan yang akan digelar di Kabupaten Gorontalo sebagai tuan rumah.

“Ini peluang besar. Saya harap program ini bisa menjadi topik dalam PENAS agar kajian soal konversi lahan tergenang menjadi tambak dapat ditelaah secara komprehensif demi kemaslahatan petani dan nelayan di sekitar Danau Limboto,” pungkas Espin.

Share :  
error: Content is protected !!