Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

RSUD Dunda Limboto Bantah Pasien Meninggal Gara-gara Tak Diberi Air Minum

1270
×

RSUD Dunda Limboto Bantah Pasien Meninggal Gara-gara Tak Diberi Air Minum

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Manajemen RSUD MM Dunda Limboto memberikan klarifikasi terkait salah satu postingan warga di media sosial (medsos) mengenai pelayanan yang ada di rumah sakit tersebut.

Dalam postingan yang telah viral di medsos, seorang ibu bernama Fatma Moowali memperlihatkan tangkapan layar atau screenshot pesan WhatsApp dari almarhumah anaknya saat menjalani perawatan di Ruang PICU, RSUD MM Dunda Limboto dan mengeluhkan pelayanan yang ada, mulai dari tidak diberikan air minum hingga perawat marah-marah.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Sontak hal tersebut pun membuat heboh dunia maya. Bahkan muncul asumsi atau informasi yang menyebut pasien meninggal dunia diduga akibat kehausan karena tidak diberi air minum.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur RSUD MM Dunda Limboto, Ulfa Domili mengatakan, bahwa kematian pasien tersebut bukan karena kehausan akibat tidak diberikan air minum, melainkan karena penyakit yang diderita.

Ulfa menegaskan, bahwa perawat yang berada di Ruang PICU telah melaksanakan tugas mereka sesuai dengan SOP yang berlaku.

“Di hari Sabtu (03/01) kemarin, kami langsung menemui pihak keluarga pasien. Alhamdulillah pada pertemuan itu masalah tersebut ada penyelesaian. Pada intinya, pelayanan yang kami berikan di Ruang PICU sudah sesuai SOP yang ada,” tegasnya saat diwawancarai, Senin (05/01/2026).

Ditempat yang sama, Wakil Direktur RSUD MM Dunda Limboto, dr. Jeinfer Rivian Lestyorini menjelaskan, bahwa pasien tersebut di diagnosa menderita sakit gagal napas berat, sehingga ditempatkan di Ruang PICU untuk mendapatkan perawatan khusus.

“Terkait tidak diberikan air (minum), (pasien) pada saat dirawat, memang sudah menjadi anjuran dokter dan kondisi anak tersebut memang harus dipuasakan, untuk mencegah risiko aspirasi

dr. Jeinfer juga menuturkan, bahwa setiap tindakan medis telah disampaikan kepada pihak keluarga dan disertai persetujuan.

“Semua tindakan yang dilakukan oleh teman-teman perawat sudah melalui proses konfirmasi dan ditandatangani oleh pihak keluarga,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia juga menerangkan terkait dugaan perawat memarahi pasien. Berdasarkan penelusuran internal, petugas tidak memarahi, melainkan menegur pasien karena masih bermain ponsel pada malam hari.

Dengan adanya kejadian ini, Manajemen RSUD MM Dunda Limboto akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Betul atau salah, ini akan menjadi masukan bagi kami. Pembinaan kepada perawat sudah dilakukan, dan kami terus berupaya memberikan pelayanan secara profesional,” tandas Wakil Direktur RSUD MM Dunda Limboto itu.

Share :  
error: Content is protected !!