Scroll ke bawah untuk membaca
Bolaang Mongondow Utara

Pembangunan Tambatan Perahu Dinilai Merusak Estetika Kawasan Wisata Pantai Batu Pinagut

1693
×

Pembangunan Tambatan Perahu Dinilai Merusak Estetika Kawasan Wisata Pantai Batu Pinagut

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD Bolmut, Abdul Samad Lauma dan Sekretaris Komisi, Vikri Gam meninjau lokasi pembangunan tambatan perahu di Kawasan Wisata Pantai Batu Pinagut.

GOSULUT.ID – Proyek pembangunan pengaman pantai di kawasan wisata Batu Pinagut, Desa Boroko Timur, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), menuai kritik tajam dari masyarakat.

Pasalnya desain pembangunan tambatan perahu yang menjadi bagian dari proyek tersebut dinilai tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya dan justru merusak keindahan kawasan wisata yang terkenal dengan hamparan pasir panjangnya.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Keluhan masyarakat terkait desain tambatan perahu ini langsung direspon oleh Ketua Komisi III DPRD Bolmut, Abdul Samad Lauma dan Sekretaris Komisi, Vikri Gam. Kedua wakil rakyat ini turun langsung ke lokasi proyek untuk melakukan peninjauan.

Dikonfirmasi awak media usai peninjauan, Ketua Komisi III, Abdul Samad Lauma, menyampaikan apresiasinya atas kucuran anggaran APBN untuk pembangunan di Bolmut.

“Tentunya Kami sebagai anggota DPRD Bolmut ini merasa sangat bersyukur dengan adanya anggaran APBN yang diturunkan di Bolmut, ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Namun, ia menyayangkan adanya keluhan dari masyarakat terkait proyek tambatan perahu ini.

“Tetapi ketika ada keluhan dari masyarakat tentang proyek ini tentunya kami akan turun dan meninjau proyek ini apakah sesuai atau tidak pembangunannya. Ternyata ketika kami turun, benar sesuai dengan keluhan masyarakat, pembuatan tambatan perahu ini kayaknya tidak akan bisa difungsikan oleh para nelayan, pasalnya dari bentuk bangunan yang dibuat ini tidak bisa melindungi perahu nelayan ketika masuk pada musim gelombang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Abdul Samad khawatir desain tambatan perahu yang ada saat ini justru akan merusak estetika wisata Batu Pinagut.

“Kalau tambatan perahunya dibuat seperti ini, ini benar kata masyarakat, hanya akan merusak nilai estetika wisata Batu Pinagut di mana wisata pantai Batu Pinagut ini terkenal dengan hamparan pasir yang membentang panjang,” jelasnya.

Ia pun memberikan contoh pembangunan tambatan perahu yang dinilai baik dan fungsional, seperti yang dilaksanakan di Desa Malagoso, Kabupaten Gorontalo Utara.

“Sebaiknya untuk pekerjaan tambatan perahu ini mari kita melihat cara pekerjaan yang serupa yang dilaksanakan di daerah tetangga Kabupaten Gorontalo Utara yang berada di desa Malagoso. Pekerjaan yang dibuat di desa tersebut memang benar-benar sangat baik dan pekerjaan tambatan perahunya memang bisa difungsikan sebagaimana yang diharapkan,” katanya.

Menutup pernyataannya, Abdul Samad menyarankan agar alokasi anggaran untuk pembangunan tambatan perahu yang dinilai tidak efektif ini dialihkan untuk menambah panjang tanggul pengaman pantai.

“Sebaiknya jika memang pembuatan tambatan perahu hanya dibuat seperti sekarang ini, sebaiknya tidak usah dibuat bangunan ini, dialihkan saja volumenya ke pembuatan tanggul, tambahkan saja pada volume tanggul agar anggaran ini bisa tepat sasaran,” pungkasnya.

Share :  
error: Content is protected !!