GOSULUT.ID – SMA Negeri 1 Limboto sukses menggelar pesta demokrasi sekolah secara digital. Melalui pemilihan berbasis e-voting, pasangan calon nomor urut 3, Moh. Nur Imansyah Kadir dan Annisa Dzakia Gusasi, resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS Periode 2026-2027.
Pemilihan yang melibatkan 1.148 pemilih dari seluruh warga sekolah ini menggunakan aplikasi e-voting buatan tim IT SMAN 1 Limboto.
Mulai dari kepala sekolah, guru, staf TU, cleaning service, satpam, penjaga kantin, hingga mahasiswa PPL, semua ikut menentukan pemimpin baru OSIS.
Kepala SMA Negeri 1 Limboto, Dr. Hj. Ester Yunginger, M.Pd, menegaskan pemilihan OSIS bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian penting dari pendidikan karakter dan laboratorium demokrasi di sekolah.
“Pemilihan Ketua OSIS ini sangat penting. Ini adalah laboratorium demokrasi dan kepemimpinan. Di sini siswa belajar menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan, dan siap menerima hasil dengan lapang dada,” ujar Ester kepada Gosulut.id, Kamis (8/10/2026).
Ia menambahkan, melalui e-voting ini pihaknya ingin menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan sportivitas kepada seluruh siswa.
“Anak-anak belajar bahwa satu suara mereka sangat berarti. Mereka juga belajar tentang proses yang jujur, adil, dan transparan. Ini pendidikan karakter yang tidak didapat di dalam kelas saja,” jelasnya.
Kepada paslon terpilih, Ester menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar agar kepengurusan baru mampu menjadi penggerak perubahan positif.
“Selamat kepada Ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS Terpilih SMAN 1 Limboto Periode 2026-2027. Semoga amanah dalam menjalankan tugas, menjadi teladan bagi seluruh siswa, serta mampu membawa OSIS SMA Negeri 1 Limboto menjadi organisasi yang lebih aktif, inspiratif, dan berprestasi,” imbuhnya.
“Harapan saya, OSIS periode ini bisa menjadi pengurus yang amanah, kreatif, dan menjadi perpanjangan tangan sekolah dalam kegiatan positif,” harap Kepala SMAN 1 Limboto itu.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Pembina OSIS, Mohamad Adnan Ibrahim menjelaskan proses pemilihan diawali dari penjaringan calon hingga sidang KILAS yang melibatkan OSIS, MPK dan GPPS, sehingga terjaring tiga pasangan calon.
Adnan menambahkan, sistem pemilihan secara e-voting seperti ini bukan hal baru di SMAN 1 Limboto.
“Pemilihan dengan sistem e-voting ini sudah kami jalankan sejak tahun lalu. Alhamdulillah berjalan efektif, efisien, dan lebih transparan. Siswa juga lebih antusias karena merasakan langsung demokrasi digital seperti pemilu sesungguhnya,” jelas Adnan.
Untuk transparansi, panitia menampilkan perolehan suara secara real-time melalui layar LCD seperti sistem quick count Pemilu.
“Kami pasang LCD agar semua bisa melihat secara transparan berapa jumlah pemilih yang sudah mencoblos dan raihan suara masing-masing paslon,” tutupnya.







