Scroll ke bawah untuk membaca
Kesehatan

Mulai Tahun Ini, Laki-laki Terima Vaksinasi HPV untuk Tekan Kanker

97
×

Mulai Tahun Ini, Laki-laki Terima Vaksinasi HPV untuk Tekan Kanker

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi remaja perempuan menerima vaksin HPV. (Foto: Freepik)

GOSULUT.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memperluas cakupan program vaksinasi human papillomavirus (HPV) nasional dengan menyasar kelompok laki-laki mulai tahun 2026.

Hal ini diumumkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Jakarta pada Senin (20/04/2026).

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Langkah strategis ini diambil untuk memutus rantai penularan virus HPV yang selama ini menjadi penyebab utama kanker serviks pada perempuan. Mengingat selama ini, program imunisasi pemerintah hanya difokuskan pada anak perempuan usia sekolah.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, laki-laki memiliki peran signifikan dalam penyebaran virus tersebut.

Ia menilai, meski dampak kesehatan paling berat dirasakan oleh perempuan, laki-laki bertindak sebagai pembawa atau carrier yang menularkan virus kepada pasangan mereka.

“Perempuan yang paling terdampak karena bisa mengalami kanker serviks, namun penularannya bisa berasal dari laki-laki,” kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan dikutip dari Asatunews.co.id.

Budi menuturkan, bahwa pendekatan yang hanya menyasar satu gender terbukti kurang optimal dalam menekan kasus secara total. Belajar dari kebijakan kesehatan di berbagai negara lain, perlindungan akan jauh lebih efektif jika kedua gender mendapatkan vaksinasi secara bersamaan.

“Kalau yang divaksin hanya perempuan, beban perlindungannya ada di satu sisi. Di banyak negara, vaksin HPV diberikan ke laki-laki dan perempuan sekaligus agar lebih efektif menekan penularan,” tuturnya.

Selain faktor medis, Kemenkes berharap kebijakan ini meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat. Keikutsertaan laki-laki dalam program ini diprediksi akan meningkatkan penerimaan publik terhadap pentingnya vaksinasi preventif sebagai upaya jangka panjang.

“Pengalaman berbagai negara menunjukan bahwa pemberian vaksinasi HPV secara luas mampu menurunkan kasus kanker serviks secara signifikan,” imbuh Menteri Kesehatan Republik Indonesia itu.

Share :  
error: Content is protected !!