GOSULUT.ID – Ketua Karang Taruna Kabupaten Gorontalo Sofyan Ishak menilai rencana penganugerahan gelar adat kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, sebagai bentuk pengakuan yang layak atas dedikasi dan pengabdiannya.

Menurutnya, dalam falsafah masyarakat Gorontalo, gelar adat bukan sekadar kehormatan, melainkan simbol pengakuan atas tanggung jawab seorang pemimpin terhadap rakyatnya.
Apresiasi tersebut disampaikan menjelang sidang kerapatan adat Lembaga Adat Duluwo Limo Lopohalaa yang dijadwalkan menganugerahkan gelar adat kepada Bupati Sofyan Puhi pada Sabtu (17/10) besok.
“Penganugerahan gelar adat ini bukan sekadar seremoni atau simbol kehormatan. Lebih dari itu, ini merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan atas dedikasi serta karya nyata Bupati Sofyan Puhi dalam menjalankan amanah kepemimpinan,” tegas Sofyan Ishak, Jumat (16/10/2026).
Ia menilai adat Gorontalo memiliki kedudukan penting, tidak hanya sebagai identitas daerah, tetapi juga sebagai pedoman moral dalam membangun hubungan antara pemimpin dan masyarakat.
Karena itu, gelar adat memiliki makna mendalam, yakni pengakuan atas pengabdian sekaligus pesan tentang kehormatan dan keteladanan yang harus dijaga.
Atas hal tersebut, pihaknya memberikan apresiasi tinggi kepada Lembaga Adat Duluwo Limo Lopohalaa yang terus berperan menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat Gorontalo.
“Kami dari Karang Taruna Kabupaten Gorontalo memberikan apresiasi yang tinggi kepada lembaga adat Duluwo Limo Lopohalaa. Semoga penganugerahan ini membawa dampak positif bagi daerah dan semakin mempertegas komitmen Bupati sebagai khalifah,” ungkapnya.
Sofyan Ishak berharap momentum ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, generasi muda, dan seluruh elemen masyarakat.
“Pada akhirnya, kehormatan dalam adat harus berjalan seiring dengan tanggung jawab dalam pengabdian untuk mewujudkan Kabupaten Gorontalo yang semakin maju dan sejahtera,” tutupnya.




 

















