Scroll ke bawah untuk membaca
DaerahKabupaten Gorontalo

Jelang Nataru, Harga Cabai di Gorontalo Semakin Pedas dan Menggigit

510
×

Jelang Nataru, Harga Cabai di Gorontalo Semakin Pedas dan Menggigit

Sebarkan artikel ini
(Foto: Istimewa)

GOSULUT.ID – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru), harga cabai rawit merah terus melonjak hingga mencapai Rp140 ribu per Kilogram (Kg) di Kabupaten Gorontalo.

Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gorontalo, saat ini harga cabai terus mengalami kenaikan harga.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Dimana, pada tanggal (12/12) harga cabai rawit merah mencapai Rp130.000/Kg, namun selang dua hari yakni pada tanggal (14/12) naik menjadi Rp140.000/Kg.

Tak hanya itu, cabai keriting pun ikut naik, dimana harga sebelumnya Rp90.000/Kg naik menjadi Rp100.000/Kg.

Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Gorontalo, Rahmanto Lahili

Menurut, Kepala Dinas (Kadis) Perindag, Victor Asiku melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Rahmato Lahili menyampaikan, fenomena seperti ini selalu kita hadapi setiap menjelang perayaan Nataru. Dimana, beberapa bahan pokok terus mengalami kenaikan harga salah satunya cabai.

“Karena kebutuhan yang banyak, selama ini kita memang dari segi anggaran tidak memiliki dana untuk intervensi pasar murah,” ucap Rahmanto Lahili kepada GOSULUT.ID, Jum’at (15/12/2023).

Pihaknya, kata Rahmanto, lebih ke pengawasan atau monitoring terhadap pendistribusian bahan pokok.

“Agar jangan sampe ada yang melakukan penimbunan oleh oknum-oknum,” katanya.

“Kami pun dari 2-3 Minggu kemaren sudah turun terus ke lapangan untuk memastikan pendistribusian bahan pokok di semua pasar, sambil mengecek langsung ke gudang-gudang resmi yang terdaftar di kami,” sambungnya.

Terakhir, Kabid Perdagang Disperindag Kabupaten Gorontalo itu menghimbau kepada masyarakat untuk jangan panik dan berbelanja sesuai kebutuhan.

“Kalau dari data yang ada, stok pangan kita sampai bulan dua (Februari 2024) tersedia, cuma memang kondisi kenaikan harga ini agak susah diantisipasi, karena banyak faktor yang mengakibatkan kenaikan harga,” tandasnya.

Share :  
error: Content is protected !!