GOSULUT.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat inflasi bulan ke bulan (month-to-month) pada November 2025 sebesar 0,24 persen.
“Meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini dipicu pergerakan harga sejumlah komoditas yang memengaruhi kebutuhan masyarakat,” ujar Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, Senin (01/12/2025).
Dikatakan, secara tahunan (y-on-y), inflasi Provinsi Gorontalo mencapai 2,21 persen. Sementara inflasi tahun kalender (year-to-date) dari Januari hingga November berada pada angka 1,63 persen.
Beberapa kelompok pengeluaran tercatat memberikan andil terhadap kenaikan inflasi, di antaranya, Makanan, minuman, dan tembakau, perawatan pribadi dan jasa lainnya
“Sementara dari kelompok komoditas, emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada November dengan andil sebesar 0,57 persen,” imbuhnya.
Komoditas lain yang ikut mendorong inflasi antara lain, Ikan selar/ikan tude (0,39 persen), Beras (0,37 persen), Ikan layang/benggol (0,33 persen), Ikan cakalang/sisik (0,20 persen)

“Kopi bubuk, tomat, dan kelapa juga memberi kontribusi meski lebih kecil,” tandasnya.







