GOSULUT.ID — Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Gorontalo pada November 2025 mengalami penurunan. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Senin (1/12/2025).
“NTP tercatat sebesar 114,48, turun 1,34 persen dibandingkan Oktober 2025 yang berada pada level 116,03,” ujar Plt Kepala BPS Gorontalo, Dwi Alwi Astuti.
Lebih lanjut dikatakan, penurunan tersebut dipicu oleh turunnya indeks harga hasil produksi pertanian yang diterima petani (It) serta meningkatnya indeks harga barang dan jasa yang dikeluarkan rumah tangga petani (Ib), baik untuk konsumsi maupun kebutuhan produksi.
“Penurunan harga hasil produksi dan meningkatnya biaya kebutuhan rumah tangga serta produksi memberikan tekanan terhadap daya beli petani pada November,” imbuhnya
Lanjut Dwi, penurunan NTP paling signifikan terjadi pada subsektor tanaman hortikultura yang merosot hingga 27,38 persen, disusul subsektor peternakan yang turun 1,45 persen.
“Sementara itu, beberapa subsektor justru mengalami kenaikan, yakni tanaman pangan, tanaman perkebunan rakyat, dan perikanan,” imbuhnya kembali.

Ditambahkan, di wilayah Indonesia Timur, dari 14 provinsi, tercatat lima provinsi mengalami kenaikan NTP. Kenaikan tertinggi terjadi di Papua Selatan sebesar 0,85 persen.
“Sebaliknya, penurunan terdalam dialami Papua Barat Daya dengan kontraksi mencapai 3,12 persen,” tandasnya







