GOSULUT.ID – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjadi salah satu stakeholder penting menjalankan program pemerintah dalam upaya melakukan pencegahan stunting di Indonesia.
Kolaborasi dan sinergi itu dapat dilihat pada momentum peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 32, menjadi momentum strategis bahwa peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa
Tema nasional yang diusung tahun ini adalah “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju”, selaras dengan semangat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN dalam mensosialisasikan program 5 Quick Wins salah satunya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Ketua IDI Provinsi Gorontalo, A.R. Mohammad usai dikukuhkan sebagai orang tua asuh cegah stunting menyampaikan bahwa program tersebut merupakan kolaborasi antara BKKBN dengan IDI Gorontalo.
“Kan selama ini yang masyarakat tahu ketika orang sudah stunting baru diobati, jadi program ini dilakukan lebih dulu, Program cegah stunting dilakukan lebih awal bagi bayi yang berpotensi akan terjadi stunting sudah diintervensi gizinya sejak dalam kandungan yaitu gizi untuk ibu hamil hingga bayi itu lahir,” jelasnya.
Upaya- upaya yang dilakukan lanjut dia seperti intervensi melalui diantaranya dengan asupan makanan bergizi kepada orangtua yakni ibu yang sedang hamil.
“Jadi kita support mereka ini dengan gizi agar bayi yang dikandung ketika lahir nanti jauh dari potensi stunting,” sambungnya.
Bagi IDI Program cegah stunting sehingga perlu kolaborasi dengan pihak-pihak terkait dengan terlibat langsung melalui progam GENTING.
“Makanya kami tertarik dengan program ini, bayangkan saja ada sekitar 600 dokter di provinsi Gorontalo, 50 persen atau separuh terlibat secara proaktif artinya ada sekitar 300 anak calon stunting yang bisa kita cegah. Pada tahap awal IDI Gorontalo telah berpartisipasi sebagai orang tua asuh cegah stunting. Saya berharap utk teman sejawat yang lain untuk ikut bersama menyelamatkam generasi sekarang demi mencapai generasi emas diwaktu yang akan datang,” jelasnya
Ia menjelaskan kolaborasi yang dilakukan melalui kabupaten kota mengingat pemerintah berada disana lewat dinas kesehatan dengan adanya Rumah Mosehati.
“Kita nantinya akan bergabung disitu bersama-sama dengan pemerintah dan BKKBN, melakukan penyuluhan gizi, kesehatan dan sebagainya,” imbuh dia.
A.R. Mohammad menegaskan bahwa program ini begitu penting untuk itu IDI Gorontalo turut terlibat dan akan proaktif didalamnya.
“IDI siap menjadi Pioneer dan terdepan serta menjadi contoh bagi organisasi-organisasi lainnya yang ada karena bagi kami lebih baik mencegah daripada mengobati,” tandasnya.








