Scroll ke bawah untuk membaca
Kontrol

Giat Pencegahan BNNP Gorontalo Tahun 2025: Kampanye, Edukasi Digital, dan Ketahanan Keluarga Kuat

203
×

Giat Pencegahan BNNP Gorontalo Tahun 2025: Kampanye, Edukasi Digital, dan Ketahanan Keluarga Kuat

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – BNNP Gorontalo sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang memiliki kewajiban penuh dalam penanganan permasalahan Narkoba di provinsi Gorontalo, menjadi garda terdepan dalam memutuskan langkah dan kebijakan yang diambil guna mengatasi peredaran gelap Narkoba dan menekan laju angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba.

“Kami memiliki tugas dalam menanggulangi permasalahan narkoba di provinsi Gorontalo, yakni Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat, Rehabilitasi, Pemberantasan, dan Hubungan Kerjasama,” ujar Brigjen Pol, Sri BardiyatiS.Sos., M.Si selaku Kepala BNNP Gorontalo di hadapan awak media, Selasa (25/12/2025).

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Ia menegaskan, khusus pencegahan langkah-langkah preventif ditempuh sebagai upaya untuk membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan yang kuat terhadap Narkoba. Program dan kegiatan yang dilakukan dalam hal menekan angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba menyasar kaum muda (anak-anak, remaja, pelajar, dan mahasiswa) yang merupakan target pasar jaringan sindikat Narkoba.

“Langkah-langkah yang dibuat yakni Advokasi dan Diseminasi Informasi. Langkah ini dilakukan agar masyarakat bisa mengenal apa itu Narkoba, bagaimana jenisnya, dan dampak dari penyalahgunaan Narkoba. Setelah masyarakat tahu, mereka akan paham dan sadar akan bahaya Narkoba. Dengan terbentuknya pemahaman kesadaran yang diharapkan dapat melakukan penolakan terhadap Narkoba. Selain menolak, diharapkan juga mereka mengajak masyarakat lainnya untuk menolak Narkoba,” urainya.

Lebih lanjut dikatakan, BNNP Gorontalo dan jajaran rutin melakukan pencegahan di provinsi Gorontalo agar tidak terjerumus ke dalam bahaya Narkoba. Jumlah kegiatan pencegahan berupa advokasi yang telah dilakukan oleh BNNP Gorontalo dan jajarannya pada tahun 2025 adalah sebanyak 425 kegiatan dengan melibatkan 37.521 orang, yakni sosialisasi Bahaya Narkoba sebanyak 390 kegiatan dengan melibatkan 63.112 orang.

“Rapat Koordinasi sebanyak 15 kegiatan dengan melibatkan 199 orang, Asistensi sebanyak 6 kegiatan dengan melibatkan 295 orang, Monitoring Evaluasi sebanyak 10 kegiatan dengan melibatkan 191 orang, dan Bimbingan Teknis sebanyak 4 kegiatan dengan melibatkan 160 orang,” sambungnya.

Ia menyampaikan, melalui diseminasi informasi, BNNP Gorontalo telah menyebarkan informasi melalui media konvensional sebanyak 5.147 informasi, media Videotron sebanyak 3 informasi, media luar ruangan sebanyak 3.079 informasi, media penyiaran sebanyak 3.509 informasi, dan media online sebanyak 445.948 informasi.

Selain itu BNNP Gorontalo dan jajaran memiliki 5 platform media sosial yakni, Instagram, Facebook, Twitter, Youtube, dan Tiktok serta 1 website untuk penyebarluasan informasi P4GN (pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkotik).

“Kami juga mempunyai beberapa program nasional, yakni membentuk Ketahanan 110 Keluarga, 1 Soft Skill di 10 Lembaga, 6 Desa Bersinar (Bersih Narkoba), dan 50 Remaja Teman Sebaya,” tuturnya.

Sri Bardiyati menekankan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Melalui inovasi, kolaborasi, dan kepedulian kolektif, BNN berkomitmen mewujudkan Indonesia yang bersih, sehat, dan produktif, di mana setiap warga memiliki kesempatan kedua untuk pulih, berkarya, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tandasnya.

Share :  
error: Content is protected !!