GOSULUT.ID – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Seminar Nasional yang digelar Nasyiatul Aisyiyah Provinsi Gorontalo dalam rangka memperingati Hari Ibu. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Gorontalo.
Seminar ini mengusung tema “Sinergi Komunitas dari Keluarga sebagai Benteng Pertahanan Melawan Kekerasan pada Perempuan dan Pernikahan Anak untuk Gorontalo Berkemajuan.”
Espin Tulie yang juga Ketua Komisi III D itu menekankan pentingnya membangun pola pikir kritis generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
“Seminar ini diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir mahasiswa agar tidak sekadar ikut arus perkembangan zaman. Cara berpikir dan melihat dunia harus dilandasi ilmu pengetahuan, dengan terus belajar dan memilah mana yang bisa diambil dan mana yang tidak,” ujarnya.
Ia menilai derasnya arus informasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Karena itu, forum edukatif seperti seminar dinilai efektif sebagai sarana penyaring informasi.
“Kecepatan media sosial dalam menyampaikan informasi menuntut generasi muda untuk lebih cerdas. Seminar-seminar seperti ini menjadi solusi untuk mengedukasi agar mampu memfilter berbagai arus informasi,” tambah legislator PDI Perjuangan tersebut.
Espin menegaskan bahwa perempuan dan anak merupakan faktor penentu masa depan bangsa.
“Perempuan sejatinya adalah pilar utama negara yang harus dilindungi dan diberdayakan,” sambungnya kembali.
Sebagai narasumber, Espin berharap generasi muda Gorontalo dapat bersinergi dengan pemerintah, masyarakat, dan keluarga dalam membangun Provinsi Gorontalo yang berkemajuan.
“Dalam rangka membangun daerah Hulondhalo yang kita cintai, saya mengucapkan Selamat Hari Ibu. Semoga seluruh ibu senantiasa diberi kebahagiaan,” tandasnya.
Ia juga tidak lupa memberikan apresiasi materi yang disampaikan para narasumber lain dalam seminar tersebut yang membahas isu perempuan dan anak dari berbagai perspektif, mulai dari agama, kesehatan, pemberdayaan perempuan, hingga keilmuan seperti kedokteran.







