Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Debit Air Baku Menurun, Perumda Tirta Limutu Minta Warga Hemat

82
×

Debit Air Baku Menurun, Perumda Tirta Limutu Minta Warga Hemat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Foto: AI/Gosulut)

GOSULUT.ID – Direktur Perumda Air Minum Tirta Limutu Tomy Hendra Said meminta para pelanggan untuk menghemat penggunaan air.

Permintaan itu disampaikan Tomy menyusul menurunnya debit dua sumber air baku utama Perumda Air Minum Tirta Limutu akibat musim kemarau panjang.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Sumber air baku kita ada dua, Sungai Bulota dan Sungai Polohungo. Saat ini debit Sungai Bulota sudah turun lebih dari 50 persen. Sementara Sungai Polohungo turun hampir 20 persen,” ujar Tomy Hendra Said saat diwawancarai Gosulut.id di ruang kerjanya, Selasa (11/08/2026).

Penurunan debit tersebut berdampak langsung pada produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kelurahan Bionga. Akibatnya, distribusi air bersih ke wilayah Limboto, Limboto Barat, dan sebagian Telaga CS mulai mengalami gangguan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Perumda Tirta Limutu mengambil langkah darurat dengan mengerahkan 5 unit mobil tangki air setiap hari.

Rinciannya, 1 unit milik Perumda, 3 unit bantuan Balai Wilayah Sungai dan 1 unit bantuan SPN Polda Gorontalo.

“Kelima mobil tangki ini kita distribusikan ke wilayah terdampak seperti Kecamatan Tilango, Batudaa dan beberapa kecamatan lainnya,” jelas Tomy.

Berdasarkan data BMKG, musim kemarau di Gorontalo diprediksi masih berlangsung hingga Oktober 2026. Bahkan ada potensi berlanjut sampai Februari 2027.

“Kami terus berupaya maksimalkan pelayanan. Tapi kami juga mohon masyarakat ikut menghemat air. Mari sediakan tandon atau wadah penampungan. Semoga hujan segera turun,” pungkasnya.

Share :