GOSULUT.ID – Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi melantik, mengambil sumpah, dan mengukuhkan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
Pelantikan tersebut digelar di Gedung Kasmat Lahay Convention Center, Limboto, Senin (21/09/2026).
Dalam arahannya, Bupati Sofyan Puhi menegaskan pelantikan ini bukan sekadar pergantian, pengisian, atau penempatan seseorang dalam sebuah jabatan.
“Ini merupakan bagian dari proses strategis untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kapasitas birokrasi, memperbaiki kualitas pelayanan publik, serta memastikan keberlanjutan dan percepatan program-program pembangunan daerah,” ujarnya.
Sofyan menyebut dinamika jabatan merupakan hal wajar dan diperlukan dalam organisasi pemerintahan sebagai bagian dari pemantapan kelembagaan dan pembinaan karier aparatur.
Ia menekankan komitmennya untuk membangun birokrasi yang semakin kuat, profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
“Setiap pejabat yang diberikan amanah harus mampu menghadirkan perubahan dan peningkatan kinerja. Jangan sampai jabatan hanya berubah pada nama dan posisi, tetapi tidak berubah pada kinerja dan tanggung jawab,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah dan tanggung jawab, bukan hanya kepada pimpinan dan masyarakat, tetapi pertanggungjawaban utama di hadapan Allah SWT.
“Sumpah dan janji yang saudara-saudari ucapkan jangan dipandang hanya sebagai bagian dari prosesi. Jadikan sebagai komitmen moral, kedinasan, dan spiritual untuk melaksanakan tugas dengan jujur, disiplin, tertib, cermat, profesional, dan penuh semangat,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, Sofyan menitipkan empat pesan penting yakni segera lakukan adaptasi dan konsolidasi di unit kerja baru, tingkatkan kinerja dan bangun inovasi dengan memanfaatkan teknologi, jaga soliditas dan perkuat kerja tim dengan menghilangkan ego sektoral, serta pegang teguh integritas dan disiplin.
“Jadilah teladan. Jangan menyalahgunakan kewenangan. Jangan bermain-main dengan anggaran. Jangan melakukan tindakan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat,” pungkas Sofyan.
Ia menegaskan jabatan tinggi tidak berarti bebas dari evaluasi. Kinerja, disiplin, integritas, loyalitas, dan dedikasi akan terus menjadi bagian dari penilaian. (Adv)







