GOSULUT.ID – Bupati Sofyan Puhi membuka Konferensi ke-10 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gorontalo masa bakti 2025–2030 yang berlangsung di Aula Dikbud Rabu (11/06/2026).
Bupati Sofyan Puhi dalam sambutannya menyampaikan, bahwa PGRI merupakan mitra strategis utama dalam memajukan pendidikan.
“Pemerintah daerah memerlukan masukan dari PGRI dalam merancang kebijakan yang efektif dan tepat sasaran,” ujar Sofyan Puhi.
Menurutnya, PGRI memiliki dua peran fundamental, yakni sebagai serikat profesi yang memperjuangkan hak dan kesejahteraan anggotanya, serta sebagai organisasi profesi yang bertanggung jawab meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para guru.
Kedua peran itu kata Sofyan, harus berjalan seimbang. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru melalui berbagai kebijakan yang kami miliki.
Dengan demikian, PGRI diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mensosialisasikan dan mengimplementasikan program-program pendidikan hingga ke level satuan pendidikan.

“Kami juga berharap PGRI proaktif mendorong anggotanya untuk terus belajar dan berinovasi, terutama dalam menghadapi tantangan zaman seperti digitalisasi pendidikan dan implementasi Kurikulum Merdeka,” paparnya.
Terakhir, orang nomor satu di Kabupaten Gorontalo itu menaruh harapan besar pada hasil Konferensi ke-10 ini agar menciptakan kepengurusan yang tidak hanya solid, tetapi juga visioner.
“Pilihlah pemimpin yang mampu membaca tanda-tanda zaman, yang adaptif terhadap teknologi, dan yang mampu menginspirasi seluruh anggota untuk bergerak maju,” pintanya. (Adv)







