Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

BI Gorontalo dan BWI Tingkatkan Literasi dan Partisipasi Masyarakat dalam Berwakaf

27
×

BI Gorontalo dan BWI Tingkatkan Literasi dan Partisipasi Masyarakat dalam Berwakaf

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Upaya meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam berwakaf terus dilakukan melalui kegiatan bertajuk “Halal itu Lifestyle, Wakaf itu Legacy” yang digelar di Taman Budaya Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Bone Bolango, Darwin Botutihe, serta Citra, Asisten Analis Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah (FPPUKIS) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Gorontalo.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Darwin Botutihe menekankan pentingnya wakaf sebagai salah satu bentuk amal jariyah yang dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, paradigma bahwa wakaf hanya dapat dilakukan melalui tanah atau bangunan perlu diubah karena saat ini masyarakat dapat berwakaf dengan cara yang lebih mudah dan fleksibel.

“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa wakaf bisa dilakukan oleh siapa saja. Jika dulu wakaf identik dengan tanah atau rumah, sekarang masyarakat dapat berwakaf dengan mudah melalui aplikasi Satu Wakaf Indonesia. Bahkan, wakaf bisa dilakukan dari rumah sesuai kemampuan dan keinginan masing-masing,” ujarnya.

Darwin meyakini, semakin banyak masyarakat yang memahami konsep wakaf, maka semakin besar pula potensi lahirnya para wakif atau pemberi wakaf. Kondisi tersebut pada akhirnya akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan aset wakaf untuk kepentingan umat.

“Tujuan utama wakaf adalah untuk kesejahteraan umat, pemberdayaan ekonomi, dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Karena itu, kami sangat mengapresiasi komitmen Bank Indonesia yang terus mendorong pengembangan wakaf agar dapat berjalan lebih baik dan lebih produktif,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang telah memberikan ruang bagi BWI untuk menyosialisasikan berbagai konsep wakaf kepada masyarakat, termasuk mengenai pentingnya wakaf produktif sebagai instrumen pembangunan ekonomi umat.

Sementara itu, Citra menjelaskan bahwa program wakaf produktif yang saat ini dikembangkan merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan Kementerian Agama melalui Gerakan TAWAF (Gorontalo Berwakaf).

“Program ini merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia, BWI, dan Kementerian Agama. Gerakan TAWAF sendiri sebenarnya sudah berjalan sejak tahun lalu saat kami meluncurkan program wakaf produktif untuk barbershop dan depot air minum di Masjid Al Munawaroh,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi saat ini masih berkaitan dengan rendahnya literasi masyarakat mengenai wakaf. Banyak masyarakat yang masih menganggap wakaf sama dengan donasi biasa, padahal keduanya memiliki konsep yang berbeda

“Karena pemahaman masyarakat tentang wakaf masih terbatas, pengumpulan dana wakaf belum mencapai target yang ditetapkan. Padahal, dana yang terkumpul sangat menentukan realisasi program-program wakaf produktif tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, program wakaf produktif barbershop sebenarnya sudah berjalan, namun masih membutuhkan dukungan dana untuk renovasi dan modernisasi peralatan agar mampu menarik lebih banyak pelanggan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

Diungkapkan bahwa hingga saat ini dana wakaf yang berhasil dihimpun melalui Gerakan TAWAF mencapai sekitar Rp41 juta. Informasi mengenai perkembangan penghimpunan dana tersebut dapat diakses secara transparan melalui aplikasi Satu Wakaf Indonesia.

“Program yang dapat dipilih masyarakat di aplikasi tersebut adalah Wakaf Produktif Barbershop dan Depot Air Minum Masjid Al Munawaroh. Di sana tercantum jumlah dana yang telah terkumpul, nama para wakif, serta status realisasi program secara terbuka,” pungkasnya.

Share :  
error: Content is protected !!