GOSULUT.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Provinsi Gorontalo menghentikan sementara distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tuladenggi, setelah puluhan siswa SDN 11 Telaga Biru mengalami mual dan muntah-muntah, Kamis (20/05/2026).
Penghentian distribusi MBG dari SPPG Tuladenggi sendiri hanya berlaku untuk hari ini. Dan besok akan tetap kembali melakukan distribusi.
Kepala Regional BGN Provinsi Gorontalo Zulkifli Taluhumala mengatakan, laporan diterima sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu sejumlah siswa mengeluhkan mual, pusing dan muntah, lalu langsung dibawa ke Puskesmas Telaga Biru.
“Sekitar pukul 09.00 Wita kami mendapat informasi bahwa ada beberapa siswa yang mengalami gejala muntah dan pusing, kemudian dibawa ke puskesmas setempat,” ujar Zulkifli.
Menindaklanjuti kejadian itu, BGN Regional Gorontalo segera melaporkan ke KPPG Manado. KPPG Manado kemudian memerintahkan penghentian sementara distribusi MBG dari SPPG Tuladenggi.
“Kami langsung membuat laporan ke KPPG Manado. Dari sana kami diinstruksikan untuk menghentikan sementara distribusi saat itu juga, agar kejadian serupa tidak terjadi di sekolah lain,” jelasnya.
Setelah menerima laporan, Zulkifli langsung mengecek kondisi siswa di puskesmas. Saat itu sebagian besar siswa sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
“Alhamdulillah, saat kami tiba di puskesmas, siswa yang sebelumnya dirawat dengan gejala mual dan pusing sudah dipulangkan,” katanya.
Zulkifli menegaskan, kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi SPPG Tuladenggi, terutama terkait kualitas bahan baku, proses pengolahan, dan seleksi mitra penyedia. Ia juga telah menyampaikan teguran langsung agar pelayanan kepada penerima manfaat lebih diperketat.
“Ini menjadi pembelajaran kedua bagi SPPG tersebut. Kami sudah menekankan kepada mitra dan kepala SPPG untuk lebih berhati-hati dalam menyiapkan makanan bagi anak-anak,” ujarnya.
Menu MBG hari ini terdiri dari ikan goreng, sayur kangkung dan buah pepaya. Berdasarkan keterangan awal, dugaan sementara mengarah pada buah pepaya yang tidak layak konsumsi. Namun, kepastiannya masih menunggu hasil uji laboratorium.
“Menu hari ini adalah ikan goreng, sayur kangkung dan pepaya. Indikasi awal mengarah ke pepaya, tapi sampel makanan sudah diambil Dinas Kesehatan untuk diperiksa,” kata Zulkifli.
Ia menambahkan, langkah lanjutan akan ditentukan setelah hasil uji dari Dinas Kesehatan dan BPOM keluar. Kebijakan terkait penghentian operasional dapur maupun sanksi terhadap SPPG sepenuhnya menjadi kewenangan Pimpinan BGN di pusat.
“Kami menunggu hasil laboratorium. Jika terbukti berasal dari SPPG, kami akan laporkan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti. Kebijakan lainnya juga menunggu arahan pusat,” tutupnya.










