Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Aplikasi Kasda Non Tunai Desa 2.3, BSG: Permudah Transaksi Keuangan Desa

396
×

Aplikasi Kasda Non Tunai Desa 2.3, BSG: Permudah Transaksi Keuangan Desa

Sebarkan artikel ini
Direktur BSG Cabang Limboto Hasan Hamid. (Foto: Aldy/Gosulut)

GOSULUT.ID – Bank SulutGo (BSG) Cabang Limboto bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggelar sosialisasi penggunaan Aplikasi Kasda Non Tunai Desa Versi 2.3, bertempat di Gedung Kasmat Lahay, Senin (06/10/2025).

Direktur BSG Cabang Limboto Hasan Hamid saat memberikan sambutan pada kegiatan sosialisasi penggunaan Aplikasi Kasda Non Tunai Desa Versi 2.3. (Foto: Aldy/Gosulut)

Sosialisasi tersebut ditujukan kepada seluruh Kepala Desa dan Bendahara desa se-Kabupaten Gorontalo.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Direktur BSG Cabang Limboto, Hasan Hamid mengungkapkan tujuan aplikasi tersebut digagas yakni agar pengelolaan atau transaksi keuangan desa bisa melalui non tunai serta lebih mudah, transparansi dan akuntabilitas.

“Sekarang ini transaksi itu wajib non tunai, karena banyak kelebihannya. Kemudian paling tidak dana desa sebesar 1 rupiah pun dikelola dengan profesional,” ungkap Hasan Hamid saat diwawancarai awak media.

Menurut dia, transaksi paling aman adalah non tunai, mengingat jika secara tunai banyak kelemahannya.

“Seperti bank harus menyediakan uang dalam jumlah yang besar, disisi lain kalau desa mengambil uangnya tidak habis (tuntas) dalam 1 hari, kan jadi ada potensi tidak akuntabel lagi,” terangnya.

“Kalau non tunai, kita tinggal transfer, (lalu) pemindah bukuannya jelas, begitu juga penerimanya siapa, bahkan jumlah (transaksi) sampai 1 rupiah pun bisa (terdeteksi),” sambung Hasan Hamid.

Lebih lanjut, ia membeberkan keunggulan Aplikasi Kasda Non Tunai Desa Versi 2.3 milik BSG dengan versi sebelumnya.

“Versi sebelumnya, itu transaksinya hanya sebatas transaksi pemindah bukuan. (Kalau) non tunai sudah, pemindah bukuannya jalan, transfernya juga oke. Yang membedakan ialah pelaporannya, jadi (versi 2.3) ini terintegrasi dengan sistem pelaporan desa ke Kemendagri yang disebut Siskeudes,” beber Direktur BSG Cabang Limboto tersebut.

“Kalau (versi) yang kemarin, mereka (setelah) melakukan transaksi (keuangan desa), mereka menginput lagi laporannya tersendiri. Tapi dengan adanya versi ke 2.3 ini jadi lebih mudah bagi para penggunanya. Dari Kemendagri juga bisa (langsung) konsolidasi. Kemudian sistem keamannya juga lebih ditingkatkan,” tambah Hasan.

Share :  
error: Content is protected !!