Scroll ke bawah untuk membaca
Legislatif

Nilai BSPS Rp20 Juta Dinilai Tak Relevan, Warga Curhat ke Rahmijati Jahja

74
×

Nilai BSPS Rp20 Juta Dinilai Tak Relevan, Warga Curhat ke Rahmijati Jahja

Sebarkan artikel ini
 

GOSULUT.ID – Anggota DPD RI Rahmijati Jahja melaksanakan reses di sejumlah kelurahan di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada Kamis (15/10/2026) kemarin.

Reses kali ini menyasar Kelurahan Bongohulawa, Bionga, Kayumerah, Dutulanaa, hingga Tenilo. Dalam pertemuan tatap muka tersebut, bantuan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) menjadi keluhan utama yang disampaikan warga.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Warga mengeluhkan besaran bantuan pembangunan yang hanya Rp 20 juta dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Harga material bangunan yang terus meningkat membuat bantuan tersebut sangat minim.

Bahkan, beberapa warga mengaku tidak sanggup menerima bantuan BSPS karena tidak mampu untuk berswadaya. Padahal, mereka merupakan warga sangat rentan miskin yang membutuhkan rumah layak huni.

“Kondisi sekarang material semua naik. Dengan Rp 20 juta itu sangat minim, tidak cukup untuk membangun rumah yang layak. Bahkan ada warga yang terpaksa menolak karena tidak punya biaya tambahan untuk swadaya,” ungkap salah satu warga.

Menanggapi keluhan tersebut, Anggota DPD RI Rahmijati Jahja menegaskan akan memperjuangkan aspirasi warga agar ada kenaikan anggaran BSPS.

Ia menyebut harapan warga agar pemerintah pusat dan pemerintah setempat dapat menaikkan jumlah bantuan tersebut, sehingga tidak hanya untuk membangun rumah, tetapi juga bisa mencakup pembangunan MCK.

“Ini aspirasi yang sangat penting dan logis. Rp 20 juta sekarang tidak bisa bangun MCK sekalipun. Akan kami perjuangkan agar ke depan bantuan BSPS ini bisa dinaikkan nominalnya dan lebih layak untuk masyarakat,” tegas Rahmijati Jahja.

Share :