GOSULUT.ID – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Gorontalo dr. Jeinfer Rivian Lestyorini mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan bahaya asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang saat ini mempengaruhi kualitas udara di Gorontalo.
Berdasarkan data Indeks Kualitas Udara (AQI), kondisi udara di Gorontalo tercatat berada pada angka 101-150 atau kategori Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif.
“Jangan abai dengan bahaya asap Karhutla. Saat ini AQI Gorontalo berada di angka 101-150, ini tidak sehat terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita asma,” ujar dr. Jeinfer Rivian Lestyorini kepada Gosulut.id, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, bahaya utama dari asap Karhutla terletak pada partikel halus PM2.5 yang berukuran 2,5 mikron. Partikel yang tidak terlihat mata ini mampu masuk jauh ke dalam paru-paru dan memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata dan tenggorokan, batuk, sesak napas, hingga risiko penyakit jantung.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, IDI Kabupaten Gorontalo mengimbau masyarakat melakukan lima langkah pencegahan:
1. Menggunakan masker N95/KN95 saat beraktivitas di luar
2. Mengurangi aktivitas di luar ruangan
3. Memperbanyak minum air putih
4. Menutup pintu dan jendela rumah untuk mencegah asap masuk
5. Segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami sesak napas
dr. Jeinfer yang juga selaku Plh Direktur RSUD Dunda Limboto mengajak masyarakat untuk aktif memantau perkembangan AQI harian melalui aplikasi resmi atau BMKG, serta memberikan perhatian ekstra bagi kelompok rentan.
“Saat AQI tidak sehat, lindungi diri dan keluarga. Gunakan masker yang tepat dan kurangi aktivitas luar. Kesehatan paru-paru harus menjadi prioritas,” tutupnya.







