Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

ST Motolianga Wala’o: Jurus Dinkes Kabupaten Gorontalo Kejar Capaian IDL dan IBL

95
×

ST Motolianga Wala’o: Jurus Dinkes Kabupaten Gorontalo Kejar Capaian IDL dan IBL

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Afriyani Katili.

GOSULUT.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo di bawah kepemimpinan Afriyani Katili meluncurkan jurus baru untuk mengejar capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan Imunisasi Baduta Lengkap (IBL) melalui gerakan ST Motolianga Wala’o atau Sisir – Temukan, Lindungi Anak Gorontalo.

Gerakan bersama penuntasan imunisasi anak ini mengusung komitmen “SATU ANAK, SATU STATUS, SATU TINDAK LANJUT”.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Afriyani Katili mengatakan, gerakan ini merupakan upaya percepatan untuk menemukan anak yang belum lengkap imunisasinya, kemudian dilengkapi sesuai kebutuhan, dicatat, dan dipantau sampai tuntas.

“ST Motolianga Wala’o adalah gerakan kita menyisir dan menemukan anak yang belum atau tidak lengkap imunisasinya. Kita pastikan tidak ada satu pun anak yang terlewat,” kata Afriyani kepada Gosulut.id, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, program ini memiliki tujuan besar yakni memastikan anak terlindungi dari penyakit berbahaya, tumbuh sehat dan cerdas, mewujudkan generasi Gorontalo yang berkualitas, serta mendukung terwujudnya keluarga sehat menuju Gorontalo Maju.

Sasaran utama gerakan ini adalah bayi dan baduta yang belum lengkap status imunisasinya, termasuk yang belum mendapatkan IDL dan BCG.

Untuk pelaksanaannya, Dinkes menerapkan alur Sisir, Temukan, Cek Status, Layani, Catat dan Tuntas.

Dimulai dari menyisir seluruh sasaran bayi dan baduta hingga tingkat desa/dusun dan Posyandu, menemukan anak berdasarkan nama dan alamat, memastikan status imunisasi dan gap antigen yang tertinggal, memberikan layanan imunisasi sesuai kebutuhan, mencatat pelayanan di aplikasi ASIK dan rekonsiliasi data, hingga memastikan semua anak tuntas imunisasinya.

Gerakan ini melibatkan peran bersama, mulai dari Kepala Puskesmas yang memimpin gerakan di wilayahnya, PJ Imunisasi yang memastikan status dan layanan imunisasi, Bidan Koordinator yang memastikan bayi dan baduta tidak terlewat, PJ Promkes untuk edukasi keluarga, Kader/PKK yang membantu menyisir anak di masyarakat, serta dukungan mobilisasi dari pemerintah Desa dan Kecamatan.

Afriyani pun mengajak masyarakat untuk ikut menyukseskan gerakan ini dengan datang ke Posyandu dan Puskesmas sesuai jadwal, melengkapi imunisasi anak sesuai usia, tidak ragu karena imunisasi aman dan bermanfaat, melawan hoaks dengan bertanya langsung ke tenaga kesehatan, serta memastikan setiap anak di sekitar sudah mendapatkan imunisasi lengkap. (Adv)

Share :