Scroll ke bawah untuk membaca
Legislatif

Deprov Gorontalo Jadikan Milad ke-2 Momentum Refleksi dan Perkuat Kebersamaan

21
×

Deprov Gorontalo Jadikan Milad ke-2 Momentum Refleksi dan Perkuat Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Dua tahun menjalankan amanah sebagai wakil rakyat, DPRD Provinsi (Deprov) Gorontalo menjadikan momentum Milad ke-2 periode 2024-2029 sebagai ajang refleksi sekaligus memperkuat kebersamaan antara pimpinan, anggota DPRD dan jajaran Sekretariat DPRD.

Kegiatan yang mengusung tema “Refleksi Dua Tahun Mengemban Amanah, Menguatkan Kebersamaan dan Meningkatkan Pengabdian kepada Masyarakat” itu digelar di lingkungan DPRD Provinsi Gorontalo, Selasa (15/9/2026).

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Suasana semakin khidmat saat ceramah agama berlangsung dan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan dua tahun DPRD Provinsi Gorontalo periode 2024-2029.

Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili mengatakan, peringatan dua tahun masa kerja tersebut harus dimaknai sebagai momentum untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai hal yang telah dikerjakan selama dua tahun terakhir.

“Kita berulang tahun yang kedua. Tentu ini kita akan manfaatkan sebagai refleksi, bagaimana kita mengevaluasi diri sejak kita bertugas di sini selama dua tahun,” ujarnya.

Dikatakan, evaluasi penting dilakukan untuk melihat berbagai program dan pekerjaan yang telah berhasil dilaksanakan, yang masih berjalan, maupun yang membutuhkan penyelesaian lebih lanjut.

“Selama dua tahun ini coba kita evaluasi apa yang sudah berjalan, apa yang sudah berhasil, apa yang masih dalam proses, dan hari ini saatnya kita mengevaluasi itu,” katanya.

Ia mengungkapkan, evaluasi tersebut sebelumnya telah mulai dilakukan melalui rapat bersama dengan melihat kembali berbagai pekerjaan yang telah dilaksanakan pada tahun pertama dan kedua masa jabatan.

Namun, lebih dari sekadar evaluasi kinerja, momentum Milad ke-2 juga dimanfaatkan untuk memperkuat soliditas antara seluruh anggota DPRD dengan jajaran staf Sekretariat DPRD.

Thomas menyadari bahwa dinamika politik dapat melahirkan perbedaan pilihan maupun kepentingan antarpartai. Namun, menurutnya, perbedaan tersebut tidak seharusnya mengganggu hubungan kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita coba menyatukan kembali teman-teman anggota DPR dan sekaligus teman-teman staf. Apalagi di dunia politik banyak intrik-intrik,” tuturnya.

Thomas bahkan mengingatkan seluruh anggota DPRD agar tidak menjadikan perbedaan warna politik sebagai sumber perpecahan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

“Kalau kita mau bertarung, bukan saat ini. Kita tunggu saat Pemilu, kita bertarung bebas di situ,” tegasnya.

Sebaliknya, ia mengajak seluruh anggota DPRD untuk menjadikan pelayanan dan pemenuhan aspirasi masyarakat sebagai ruang kompetisi yang sehat.

“Yang kita lakukan hari ini bagaimana melayani keinginan masyarakat, aspirasi masyarakat. Kita berlomba di situ. Mana yang paling juara, Golkar kah, PDIP kah, NasDem, silakan,” katanya.

Ia menegaskan, perbedaan politik maupun warna partai tidak boleh dibawa ke dalam pelaksanaan tugas sebagai wakil rakyat.

Menurut Thomas, tantangan masyarakat Gorontalo saat ini jauh lebih penting untuk mendapat perhatian bersama. Salah satunya persoalan kekeringan dan keterbatasan air yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.

“Apalagi di Gorontalo yang lagi kemarau, di sana-sini teriak tidak ada air. Mari kita berlomba di situ, bukan soal kursi berapa, keinginan fraksi ini bagaimana. Mari kita sama-sama dan sepakat semua,” ujarnya.

Ia berharap momentum Milad ke-2 tersebut menjadi tonggak untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja DPRD Provinsi Gorontalo pada tahun-tahun berikutnya.

“Mudah-mudahan momentum ini kita jadikan tonggak awal. Setelah diperbaiki dua tahun ini, ke depan akan lebih baik,” pungkasnya.

Share :