Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

HARFEST 2026 Bukan Sekadar Festival, KPwBI Gorontalo Bidik UMKM Tembus Pasar Global

53
×

HARFEST 2026 Bukan Sekadar Festival, KPwBI Gorontalo Bidik UMKM Tembus Pasar Global

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID — Bersinergi dengan Dekranasda, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Gorontalo kembali mendorong penguatan ekonomi kreatif dan UMKM melalui penyelenggaraan Gorontalo Art and Craft Festival (HARFEST) 2026 yang dirangkaikan dengan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) ke-13 yang akan berlangsung 11 hingga September 2026 di Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo.

Beragam kegiatan akan digelar dari seminar, talkshow, fashion show, hingga berbagai perlombaan untuk anak-anak, remaja dan dewasa. Kegiatan indoor dipusatkan di dalam GPCC. Sementara festival kuliner, pertunjukan musik dan aktivitas ekonomi kreatif dari musisi serta seniman lokal Gorontalo akan digelar di area parkir GPCC dan rangkaian GKK akan berlangsung di sepanjang Jalan Ario Katili (eks andalas).

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Kepala KPwBI Gorontalo, Bambang Satya Permana saat Ngopi Bareng Insan Media menyampaikan pihak kolaborasi dengan sejumlah pihak terhadap HARFEST 2026 diharapkan tidak sekadar menghadirkan festival, tetapi mampu memberikan dampak langsung terhadap pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di Gorontalo.

“Kolaborasi antara HARFEST dengan GKK tahun 2026 ini diharapkan dapat memperluas akses pasar UMKM, mendorong berkembangnya ekonomi kreatif, menguatkan pariwisata, serta menciptakan nilai tambah bagi produk-produk UMKM dan produk lokal Gorontalo,” ujarnya

Lanjut dia, salah satu agenda utama pada kegiatan tersebut adalah business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan potential buyer.

Berbeda dengan kegiatan yang hanya berorientasi pada penjualan ritel kepada masyarakat, business matching diarahkan untuk mempertemukan UMKM dengan pembeli berskala lebih besar, baik dari dalam maupun luar Gorontalo, termasuk calon pembeli untuk pasar ekspor.

Melalui skema tersebut, BI Gorontalo menargetkan nilai transaksi UMKM pada HARFEST 2026 mencapai Rp4,2 miliar, atau meningkat dibandingkan capaian pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.

“Kita targetkan dari business matching penjualan UMKM senilai Rp4,2 miliar. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan pencapaian yang kita capai pada tahun lalu,” jelasnya.

Tak berhenti pada transaksi, HARFEST juga membuka peluang bagi UMKM Gorontalo untuk menembus pasar internasional. BI menargetkan terdapat pelaku UMKM Gorontalo yang mampu melakukan ekspor melalui pertemuan dengan potential buyer dalam kegiatan tersebut.

“Selain buyer, business matching juga mempertemukan UMKM dengan lembaga keuangan. Langkah ini ditujukan untuk membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha, baik melalui perbankan maupun lembaga keuangan lainnya, “tandas Bambang.

Share :  
error: Content is protected !!