Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

Museum Purbakala Gorontalo Gelar Seminar Kajian Koleksi Senjata Tradisional

164
×

Museum Purbakala Gorontalo Gelar Seminar Kajian Koleksi Senjata Tradisional

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – UPTD Museum Purbakala Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Kajian Koleksi Senjata Tradisional Gorontalo pada Selasa (23/06/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya museum dalam menyebarluaskan hasil penelitian koleksi sekaligus memperkuat peran museum sebagai pusat studi sejarah dan budaya di Gorontalo.

Ketua Panitia, Mely Mohamad yang juga Kepala UPTD Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, menjelaskan bahwa seminar tersebut bertujuan untuk menyebarluaskan hasil riset mengenai koleksi museum kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Selain itu, kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para stakeholder, pendidik, serta tenaga kependidikan mengenai isu-isu terbaru dan hasil kajian koleksi senjata tradisional Gorontalo yang valid, reliabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ujarnya. Tambah dia, seminar ini juga menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan fungsi museum sebagai pusat studi sejarah dan budaya.

Saat ini, Museum Purbakala Provinsi Gorontalo memiliki sebanyak 676 koleksi yang terbagi dalam 10 jenis koleksi, yakni koleksi historika sebanyak 49 buah, etnografika 278 buah, numismatika 249 buah, arkeologika 2 buah, filologika 8 buah, keramologika 37 buah, teknologika 18 buah, geologika 11 buah, senirupa 23 buah, dan biologika 1 buah.

Pada tahun 2026, museum melaksanakan empat kajian, yakni Kajian Koleksi Biologi (Karapas Penyu), Kajian Senjata Tradisional Gorontalo yang diseminarkan melalui seminar ini, Kajian Pengunjung dan Program, serta Kajian Pengelolaan Museum dan Program Bimbingan Teknis Permuseuman.
Seminar tersebut diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari pengawas Provinsi Gorontalo sebanyak dua orang, perwakilan Kantor Pelestarian Kebudayaan satu orang, UPTD Museum 15 orang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten/kota 12 orang, guru sejarah, seni dan budaya 10 orang, serta mahasiswa sebanyak 20 orang.

Kajian koleksi senjata tradisional Gorontalo dilakukan oleh tim pengkaji yang terdiri dari Prof. Dr. Suleman Bouty, M.Hum, Prof. Dr. Yowan Tamu, M.Pd, Andris K. Malae, S.Pd., M.Pd, dan Rosyid A. Azhar selaku pemerhati budaya. Sementara narasumber pembanding yang hadir dalam seminar tersebut yakni Dr. Herman Didipu, M.Pd, Guntur Pakaya, S.Sos selaku Ketua Lembaga Adat, serta budayawan Hasdin Danial.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa seminar ini menjadi wadah untuk membedah dan mengupas hasil kajian koleksi museum secara mendalam.

“Melalui kegiatan seminar ini, kita akan bersama-sama membedah dan mengupas hasil kajian dari koleksi museum kita. Kita ingin memastikan bahwa informasi sejarah yang melekat pada koleksi tersebut memiliki validitas ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan, serta dikemas secara menarik agar mudah dipahami oleh masyarakat luas,” katanya.

Ia menambahkan, diseminasi hasil kajian koleksi memiliki manfaat penting dalam meningkatkan pemahaman, pemanfaatan, dan pelestarian koleksi museum. Melalui seminar ini, akses informasi mengenai koleksi dapat diperluas sehingga memberikan kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan dan edukasi masyarakat.

Selain itu, hasil kajian yang telah dipublikasikan juga dapat menjadi dasar dalam pengembangan program publik, pameran, maupun publikasi yang lebih menarik dan informatif sehingga koleksi museum dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Pada kesempatan tersebut, Sudarman turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

“Saya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada tim pengkaji atau peneliti, narasumber pembanding, moderator, dan seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan kajian hingga terselenggaranya kegiatan ini. Saya berharap melalui forum ini akan lahir pemikiran-pemikiran kritis dan konstruktif yang memperkaya wawasan kita bersama,” pungkasnya.

Share :  
error: Content is protected !!