Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

Inovasi Budidaya Ramah Lingkungan dari KKP Hadir di PENAS XVII

133
×

Inovasi Budidaya Ramah Lingkungan dari KKP Hadir di PENAS XVII

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkenalkan deretan teknologi budidaya terbaru dalam ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Kegiatan ini digarap oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Bitung, Sulawesi Utara, dengan tujuan memberi referensi baru bagi pembudidaya di Indonesia.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Salah satu inovasi yang jadi perhatian adalah sistem Yumina Bumina. Sistem ini menggabungkan budidaya ikan dengan tanaman hidroponik. Air dari kolam ikan yang kaya nutrisi dipakai untuk menyuburkan sayur dan buah, sehingga dua komoditas bisa dipanen sekaligus.

Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Bitung, Natalia menyebut Yumina Bumina sebagai solusi yang hemat lahan dan air.

“Teknologi ini memungkinkan masyarakat membudidayakan ikan berbarengan dengan menanam sayuran dan buah. Jadi pemanfaatan sumber daya bisa lebih maksimal,” kata Natalia kepada awak media, Jum’at (19/06/2026).

Selain itu, KKP juga mempromosikan budidaya dengan metode bioflok. Teknologi ini dinilai cocok untuk area dengan lahan terbatas karena menggunakan sistem padat tebar. Produksi ikan bisa meningkat meski luas kolam tidak besar.

“Dengan bioflok, jumlah ikan yang ditebar bisa lebih banyak. Hasilnya, produksi naik meskipun lahannya kecil,” jelasnya.

Ia menambahkan, kualitas ikan dari bioflok juga berbeda. Ikan hasil budidaya tradisional kadang punya aroma lumpur.

Sementara ikan dari sistem bioflok berasa lebih baik dan tidak berbau lumpur, berdasarkan pengalaman para pembudidaya.

KKP berharap pengenalan teknologi ini bisa mendorong petani dan masyarakat menerapkan budidaya modern, produktif, dan berkelanjutan.

Upaya ini juga sejalan dengan penguatan ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan pembudidaya.

Share :  
error: Content is protected !!