Scroll ke bawah untuk membaca
Politik

Nasib Politikus Bertangan Dingin Hendra Hemeto di Partai Golkar

820
×

Nasib Politikus Bertangan Dingin Hendra Hemeto di Partai Golkar

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo Hendra Hemeto.

GOSULUT.ID – Perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Gorontalo beberapa waktu lalu telah selesai dilaksanakan dengan terpilihnya Idah Syahidah sebagai Ketua dan Rusli Habibie sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai.

Dengan demikian, Musda DPD II Partai Golkar Kabupaten/Kota tidak akan lama lagi digelar sesuai Juklak DPP Partai Golkar Nomor: 02/DPP/GOLKAR/IV/2025 bahwa pelaksanaan Musda Provinsi, Kabupaten/Kota dibatasi selambat-lambatnya tanggal 31 desember 2025.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Khusus Kabupaten Gorontalo (Kabgor) ada beberapa kader potensial mulai bermunculan untuk bersaing berebut Ketua DPD II Partai Golkar yang saat ini masih dalam genggaman Hendra Hemeto yang sudah 2 periode memimpin.

Kader yang digadang-gadang pas menggantikan posisi Hendra Hemeto pun ada beberapa diantaranya Zulfikar Usira saat ini sebagai Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Irwan Dai mantan Wakil Ketua DPRD dan saat ini masih duduk sebagai Aleg DPRD, Wilfon Malahika Ketua Fraksi Partai Golkar dan Iskandar Mangopa Aleg DPRD Kabgor.

Semuanya adalah kader-kader terbaik, potensial dan mampu membawa Partai Golkar lebih baik kedepan.

Yang menjadi pertanyaan saat ini dari para kader Golkar dan para politisi serta pemerhati politik di Kabgor, apakah Ketua saat ini Hendra Hemeto tidak punya keinginan lagi maju sebagai Ketua untuk periode ketiga?

Sebab itu dimungkinkan dengan catatan ketua selama 2 periode sebelumnya memiliki prestasi menaikkan elektabilitas Partai Golkar, sebagai contoh Rusli Habibie Ketua DPD I Partai Golkar dan juga ada Marten Taha serta Syarif Mbuinga, ketiga tokoh tersebur memimpin Partai Golkar selama 3 periode.

Salah seorang kader senior Partai Golkar yang tidak ingin disebut namanya menyampaikan, hal itu bisa saja terjadi dan Hendra Hemeto bisa mencalonkan kembali mengingat ditangannya elektabilitas partai berlambang pohon beringin tersebut naik tajam dari Pileg 2019 s/d 2024 dengan mencapai puncak 9 kursi.

“Saya pikir beliau masih pantas memimpin Partai Golkar Kabupaten Gorontalo periode ketiga, mengingat elektabilitas partai naik signifikan ditangan beliau. Saya bisa sebut beliau Politikus Bertangan Dingin, bayangkan 5 kursi Golkar dinaikkan jadi 6 kursi di Pileg 2019 dan dipileg 2024 naik 3 kursi jadi 9 kursi, sehingga Partai Golkar mendapatkan jatah Ketua DPRD, ini prestasi luar biasa dan belum ada Ketua DPD II sebelumnya yqng bisa menyamai di era system pemilu tertutup,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan, bahwa Hendra Hemeto terpilih menjadi Wakil Bupati 2020-2025, dimana selama 15 tahun kader Partai Golkar tenggelam dan belum pernah meraih kepala daerah setelah Ahmad Pakaya. Namun kegagalan Hendra hanya di Pilkada 2024 yang maju sebagau Calon Bupati.

“Tapi jika beliau ingin maju kembali sebagai Ketua DPD II, tentunya ada persyaratan yaitu ada persetujuan atau diskresi dari DPP Partai Golkar dengan mempertimbangkan prestasi beliau selama 2 periode memimpin. Dan lebih utama yaitu restu dari dua tokoh penting Partai Golkar Provinsi Gorontalo yakni Ketua Dewan Pertimbangan Rusli Habibie dan juga Ketua DPD I Idah Syahidah. Kalau itu beliau raih, maka Hendra Hemeto pasti akan mulus melenggang menjadi ketua untuk periode ketiga,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, salah seorang Pimpinan Partai Golkar Kecamatan (PK) yang juga enggan disebut namanya mengatakan, bahwa dirinya belum menentukan sikap dan masih menunggu perkembangan.

“Sebab belum ada jadwal Musda dilaksanakan kapan, tapi yang pasti tahun ini, apalagi penyampaian pak Ketum Partai Golkar kiranya ada musyawarah dan mufakat untuk menghindari perpecahan ditubuh Partai Golkar,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo, Hendra Hemeto saat dimintai tanggapan dirinya enggan untuk berkomentar panjang lebar.

Namun ia hanya berpesan kepada para kader dan pengurus untuk tetap menjaga kekompakan serta kebersamaan yang sudah terjalin selama ini.

“Saya ini kader sejati Partai Golkar termasuk juga keluarga besar, kami tidak pernah berkhianat atau meninggalkan Partai Golkar, jadi jika saya masih dibutuhkan baik tenaga dan pikiran untuk kebesaran partai serta mendapat restu maju kembali untuk periode ketiga, maka sebagau kader sejati saya siap lahir bathin,” tutur Hendra Hemeto kepada awak media ini via telepon.

Share :  
error: Content is protected !!