Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Momentum Harganas, Bupati Gorontalo: Pengingat Pentingnya Keluarga sebagai Pondasi Utama Pembangunan Bangsa

398
×

Momentum Harganas, Bupati Gorontalo: Pengingat Pentingnya Keluarga sebagai Pondasi Utama Pembangunan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi saat memberikan sambutan.

GOSULUT.ID – Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi menghadiri kegiatan penguatan Kampung Keluarga Berkualitas yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, bertempat di Gedung Kasmat Lahay, Rabu (09/07/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Sofyan menyampaikan peringatan Harganas bukan hanya sekedar seremoni tahunan tetapi juga menjadi pengingat bahwa pentingnya keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Keluarga, kata dia, merupakan sekolah pertama bagi anak-anak. Di dalam keluarga terbentuk nilai-nilai dasar kehidupan mulai dari cinta, empati, disiplin, tanggung jawab hingga cinta tanah air.

“Tema Harganas ke-32 tahun ini adalah ‘Dari Keluarga untuk Indonesia Maju’, tema tersebut sangat relevan dengan arah pembangunan jangka panjang nasional dan juga arah pembangunan Kabupaten Gorontalo,” ujar Sofyan Puhi.

Politisi Nasdem itu mengakui bahwa tidak mungkin dalam membangun daerah yang maju dan mandiri itu tanpa membangun terlebih dahulu keluarga yang sehat, berdaya dan sejahtera.

“Melalui program Bangga Kencana, kita menekankan pentingnya pengendalian penduduk berbasis hak reproduksi, perencanaan keluarga yang sehat, pelayanan KB yang berkualitas, serta peningkatan ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan zaman,” imbuhnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Gorontalo itu memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada para Kader IMP dan Sub IMP.

“Bapak-Ibu adalah garda terdepan yang senantiasa hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya sebagai penyuluh, tetapi juga sebagai pendamping, motivator dan penggerak perubahan,” ucap Sofyan.

Menurutnya, kehadiran para kader dalam mendampingi keluarga-keluarga di desa dan kelurahan sangat strategis.

“Tidak hanya dalam penyebaran informasi program KB, tetapi juga dalam mengadvokasi berbagai isu keluarga seperti stunting, pernikahan dini, kekerasan dalam rumah tangga, hingga masalah kesehatan reproduksi remaja,” tuturnya.

“Untuk itu, ke depan kita memerlukan kerja kolaboratif lintas sektor, melibatkan seluruh perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, tokoh agama dan tentu saja para kader IMP dan Sub IMP,” tandas Bupati Kabupaten Gorontalo tersebut. (Adv)

Share :  
error: Content is protected !!