Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

Rapat Akademik Semester Ganjil 2025/2026: Sinergi Pascasarjana UNG Menuju Keunggulan Akademik dan Konservasi Lingkungan

339
×

Rapat Akademik Semester Ganjil 2025/2026: Sinergi Pascasarjana UNG Menuju Keunggulan Akademik dan Konservasi Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Prof. Dr. H. Mahludi H. Baruwadi, M.P

GOSULUT.ID – Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sukses menyelenggarakan Rapat Akademik Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Ruang Promosi Lantai 2 Perpustakaan Pascasarjana UNG, Jum’at (22/08/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Pascasarjana, para dosen, serta mahasiswa aktif lintas angkatan, dengan total peserta mencapai lebih dari 30 orang.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Rapat yang dimulai pukul 08.00 WITA ini dibuka secara resmi oleh Direktur Pascasarjana UNG, Prof. Dr. H. Mahludi H. Baruwadi, M.P., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara sivitas akademika dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi, khususnya pada jenjang doktoral yang menuntut kedalaman intelektual dan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Program Doktor Ilmu Lingkungan bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang strategis untuk melahirkan solusi berbasis riset terhadap tantangan lingkungan di Indonesia, termasuk konservasi spesies endemik seperti Macrocephalon maleo,” ujar Prof. Dr. H. Mahludi H. Baruwadi, M.P.

Agenda Strategis: Dari Penerimaan Mahasiswa Baru hingga Persiapan Seminar Hasil

Rapat akademik ini mengusung lima agenda utama yang mencerminkan dinamika dan kompleksitas pengelolaan program doktoral:

1. Rapat Akademik Semester Ganjil 2025/2026 Wakil Direktur I Pascasarjana UNG, Prof. Dr. H. Hasim, M.Si., memaparkan kalender akademik terbaru, termasuk jadwal perkuliahan, seminar, dan tahapan ujian. Beliau juga menekankan pentingnya disiplin akademik dan etika riset dalam setiap tahapan studi doktoral.

2. Penerimaan Mahasiswa Baru Angkatan 2025/2026 Sebanyak 12 mahasiswa baru resmi bergabung dalam Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan. Koordinator Program Studi, Prof. Dr. Dewi Wahyuni K. Baderan, M.Si., menyampaikan bahwa seleksi tahun ini menekankan pada kapasitas riset dan komitmen terhadap isu lingkungan lokal. “Kami bangga menerima mahasiswa dengan latar belakang yang beragam—dari akademisi, praktisi kehutanan, hingga aktivis lingkungan. Ini memperkaya perspektif dalam diskusi dan kolaborasi riset,” ungkap Prof. Dewi.

3. Persiapan Prelium dan Proposal Angkatan 2024/2025 Mahasiswa angkatan 2024/2025 dijadwalkan untuk mengikuti ujian prelium dan seminar proposal dalam dua bulan ke depan. Para Dosen pembimbing memberikan arahan teknis terkait penyusunan proposal. “Proposal bukan sekadar formalitas, tapi fondasi riset yang akan menentukan arah kontribusi ilmiah mahasiswa,” tegasnya.

4. Persiapan Seminar Hasil Angkatan 2023/2024 Mahasiswa angkatan 2023/2024 yang telah menyelesaikan pengumpulan data lapangan dan analisis model habitat, termasuk studi tentang distribusi Macrocephalon maleo dan Mikroplastik, dijadwalkan untuk seminar hasil pada Oktober mendatang. Kedua mahasiswa tersebut, Daud Yusuf dan Syam S. Kumaji, mempresentasikan ringkasan hasil sementara dari riset mereka. “Kami berharap seminar hasil ini menjadi ruang validasi ilmiah sekaligus refleksi atas tantangan metodologis yang dihadapi,” ujar SSK dan DY.

5. Diskusi Lain-lain: Kolaborasi dan Publikasi Dalam sesi diskusi terbuka, beberapa dosen menyampaikan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas institusi dan mempercepat publikasi ilmiah di jurnal bereputasi. Prof Dr. Sukirman Rahim, S.Pd.,M.Si., mendorong mahasiswa untuk aktif dalam konferensi internasional dan memanfaatkan peluang hibah riset dari Kementerian Pendidikan Tinggi. “Riset kita harus berbicara di panggung global, terutama dalam isu konservasi spesies endemik dan perubahan iklim,” katanya.

Suasana Rapat: Interaktif, Reflektif, dan Penuh Semangat

Rapat berlangsung dalam suasana yang interaktif dan reflektif. Mahasiswa diberi ruang untuk menyampaikan kendala akademik, termasuk akses data, proses bimbingan, dan kebutuhan pelatihan teknis. Pihak Pascasarjana merespons dengan komitmen untuk menyediakan workshop tambahan, termasuk pelatihan pemodelan spasial dan penulisan artikel ilmiah.

Prof. Dewi Wahyuni juga menekankan pentingnya membangun komunitas riset yang saling mendukung.

“Program doktor bukan perjalanan individual, tapi proses kolektif yang membutuhkan solidaritas akademik,” tuturnya.

Penutup: Komitmen Menuju Keunggulan Akademik dan Konservasi Nyata

Rapat akademik ini ditutup dengan penegasan komitmen Pascasarjana UNG untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat riset berbasis data spasial, dan mendorong kontribusi nyata terhadap konservasi lingkungan. Direktur Pascasarjana menutup dengan pesan inspiratif:“Mari kita jadikan ilmu lingkungan sebagai jembatan antara pengetahuan dan keberlanjutan. Dari Gorontalo, kita bisa memberi dampak global.”

Dengan semangat kolaboratif dan visi akademik yang kuat, Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Pascasarjana UNG siap melangkah ke semester baru dengan tekad untuk menghasilkan riset yang relevan, berdampak, dan berkelanjutan.

Share :  
error: Content is protected !!