GOSULUT.ID – Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke SMA Negeri 1 Marisa, Kabupaten Pohuwato, pada Kamis (23/05/2025). Kunker ini bertujuan untuk memantau langsung pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.
Anggota Komisi IV, Muhammad Dzikyan, mengungkapkan bahwa dalam kunjungan tersebut pihaknya berdiskusi dengan kepala sekolah terkait mekanisme penerimaan siswa baru, termasuk penerapan sistem zonasi dan wilayah.
“Kami menanyakan apakah sistem zonasi masih diterapkan. Ternyata, sekarang sudah menggunakan sistem wilayah. Ini tentu ada plus-minusnya. Dengan sistem wilayah, siswa yang berdomisili lebih dekat namun berada di kecamatan berbeda, tidak lagi bisa diterima seperti pada sistem zonasi sebelumnya,” jelas Dzikyan.
Ia menyampaikan, berdasarkan penyampaian pihak sekolah sudah terdapat 230 calon siswa yang mendaftar secara offline. Sementara itu, pendaftaran online masih terus berjalan, baik melalui fasilitas sekolah maupun secara mandiri dari rumah.
Selain meninjau proses pendaftaran, Komisi IV juga melihat kondisi infrastruktur sekolah.
“Secara umum fasilitas sudah cukup memadai, termasuk keberadaan tiga masjid yang dibangun secara bertahap sejak tahun 2009 menggunakan Dana Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sekolah,” sambungnya kembali.
Legislator PKB ini bersama 3 aleg lainnya, Nani Mbuinga, Djoni Dalanggo, dan Sapia Tuna pada kesempatan itu juga menerima aspirasi terkait kebutuhan sekolah yang sangat mendesak berupa permohonan aula terbuka.
“Saat ini kegiatan sosialisasi atau orientasi siswa baru masih menggunakan tenda karena kapasitas aula yang ada hanya mampu menampung sekitar 100 orang,” sambungnya
Dzikyan menegaskan bahwa pihaknya akan menyampaikan kebutuhan mendesak ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo.
“Pada RDP nanti kami meminta mengakomodir kebutuhan yang mendesak seperti kebutuhan aula untuk SMA Negeri 1 Marisa, pembangunan musholla untuk SMK 3 yang ada d sini termasuk perbaikan plafon yang rusak akibat bencana di SMA Negeri 1 Randangan,” tutup dia.








