Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

Isu “Murahan” Pemufakatan Jahat RSB dengan Gubernur-Bupati Terkait WPR: Tidak Berdasar

1166
×

Isu “Murahan” Pemufakatan Jahat RSB dengan Gubernur-Bupati Terkait WPR: Tidak Berdasar

Sebarkan artikel ini
Pemerhati Tambang Yasmin Hasan (kiri) dan Pengusaha Sukses Revan Saputra Bangsawan (kanan). (Foto: Istimewa)

GOSULUT.ID – Akhir-akhir ini nama Revan Saputra Bangsawan (RSB) seorang pengusaha muda menghiasi pemberitaan di sejumlah media massa yang ada di Provinsi Gorontalo.

Terbaru, pengusaha sukses yang dikenal dermawan itu disudutkan oleh segelintir orang bahwa telah terjadi pemufakatan jahat dalam pertemuannya dengan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Bupati Bone Bolango Ismet Mile dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Melihat hal ini, Pemerhati Tambang Yasmin Hasan lagi dan lagi menyayangkan sikap segelintir orang yang telah menebar isu murahan terkait pertemuan RSB dengan petinggi-petinggi Gorontalo

“Tuduhan itu tidak memiliki dasar dan bukti yang kuat, bahwa adanya pemufakatan jahat para tokoh panutan dan tokoh nasional sekelas RSB,” tutur Yasmin kepada Gosulut.id, Jum’at (20/06/2025).

Ia juga menyoroti pernyataan Kepala Bidang ESDM Provinsi Gorontalo, Rahmat Dangkua yang menyebut bahwa nama RSB tidak ada dalam proses resmi pengurusan WPR untuk Gorontalo.

“Ini kan pembodohan, (sebab) itu pengurusan dokumen izin tambang bukan izin personal (sehingga nama RSB tidak ada). Pak Gubernur harus secepatnya mengevaluasi pejabat-pejabat yang tidak berkompeten dalam memberikan jawaban atas apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya sebagai pejabat publik. Ini jadi bola liar yang bisa diasumsikan menjebak,” jelasnya.

Begitu juga, kata Yasmin, terkait pernyataan Lion Hidjun yang menyebutkan bahwa RSB bukan orang Gorontalo, menurutnya itu keliru.

“RSB ini orang tuanya merupakan bagian dari rakyat Gorontalo sampai meninggal pun di makam kan di daerah yang kita cintai ini, tepatnya di Desa Tudi, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara,” katanya.

“Bahkan sebelum menjadi pengusaha sukses, RSB hidup di Kelurahan Kayumerah, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, lebih jelas tanya pada keluarga Tolingguhu dan masyarakat setempat.Jadi saya harap Lion Lahidjun berbenah dan gali informasi sebelum bersuara,” sambung Pemerhati Tambang itu.

Sementara itu, terkait persoalan tambang di Gorontalo sampai dengan hari ini masih dalam pembenahan sehingga pelaku-pelaku tambang rakyat bisa leluasa dalam pengolahannya dan tidak digantung serta menjadi tambang liar yang tidak berizin.

“Jadi para tokoh bertemu dan berdiskusi dengan siapapun itu tidak ada larangan. Dilain pihak, pak Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bertemu dengan pengusaha Muda Revan Saputra Bangsawan bersama Ketua DPRD provinsi dan Bupati Bone Bolango membahas terkait dengan pembangunan Gorontalo, terlebih masalah tambang. Itu wajar dan perlu didukung, jangan dipolitisasi bahwa ini melakukan mufakat jahat,” tegasnya.

“Pada intinya, pak Gubernur jangan dibatasi bertemu dengan siapa saja, karena beliau merupakan perpanjangan tangan pemerintahan pusat yang ada di Gorontalo. Sehingga isu-isu sentral perlu beliau diskusikan untuk mengambil jalan keluar dan pertimbangan yang matang,” tambah Yasmin.

Terakhir, dia menegaskan bahwa yang harus dipersoalkan saat ini adalah manfaat perusahan-perusahan tambang besar yang sudah menduduki lahan pertambangan Gorontalo, namun sampai dengan hari ini belum ada segi manfaatnya untuk pembangunan Provinsi Gorontalo.

“Apalagi sampai dengan hari ini pengangguran banyak di daerah kita dan tidak pernah direktur, (hanya) jadi karyawan di perusahaan – perusahan tambang besar yang ada di Gorontalo,” tandasnya.

Share :  
error: Content is protected !!