Scroll ke bawah untuk membaca
Nasional

APKOMINDO dan APTIKNAS Dukung The 8th Indonesia, Dorong Adopsi AI dan Transformasi Industri Nasional

29
×

APKOMINDO dan APTIKNAS Dukung The 8th Indonesia, Dorong Adopsi AI dan Transformasi Industri Nasional

Sebarkan artikel ini

GOSULUT.ID – APKOMINDO dan APTIKNAS menegaskan dukungannya terhadap percepatan transformasi digital dan penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing industri nasional.

Dukungan tersebut disampaikan dalam rangkaian The 8th Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 yang diselenggarakan pada 13–14 Oktober 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta. Mengusung tema “AI-Powered Industry: Shaping the Future of Intelligent Enterprise”, kegiatan ini menjadi wadah bagi pemerintah, asosiasi, pelaku industri, akademisi, dan penyedia solusi teknologi untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan industri Indonesia yang semakin cerdas, terintegrasi, dan berdaya saing.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Ketua Umum APKOMINDO sekaligus Ketua Umum APTIKNAS, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), menilai bahwa penerapan AI dan teknologi digital harus berorientasi pada hasil nyata, bukan sekadar mengikuti tren teknologi.

“Teknologi bukan tujuan akhir, melainkan solusi bagi persoalan nyata industri yang harus menghasilkan nilai tambah terukur. Penerapan AI perlu mampu meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas, mengurangi waktu henti operasional, mempercepat pengambilan keputusan, serta memperkuat daya saing perusahaan,” ujar Hoky.

Menurutnya, transformasi menuju Industri 4.0 membutuhkan lebih dari sekadar investasi perangkat dan perangkat lunak. Perusahaan juga harus menyiapkan sumber daya manusia, menata proses bisnis, membangun tata kelola data, dan memastikan keamanan sistem digital yang digunakan.

Pembukaan The 8th Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 turut diisi dengan sambutan dari sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Albertus Rachmad Wibowo, Wakil Kepala BSSN RI, Muhammad Neil El Himam, M.Sc., Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI; Fadli Hamsani, Ketua Umum WANTRII; Arief Susanto, Ketua Umum GAPMMI; serta Aloysius Hariatmoko, Sekretaris Jenderal WANTRII.

Kehadiran para perwakilan pemerintah dan asosiasi industri tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mempercepat adopsi AI, memperkuat transformasi digital, dan membangun ekosistem industri Indonesia yang inovatif serta berdaya saing.

Hoky menegaskan bahwa keberhasilan transformasi industri tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau perusahaan teknologi. Diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, komunitas, dan media.

Pendekatan kolaborasi Hexahelix tersebut diharapkan dapat mempercepat pertukaran pengetahuan, pengembangan talenta digital, perluasan akses terhadap solusi teknologi, serta penerapan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan industri nasional.

Dari APKOMINDO ke APTIKNAS: Memperkuat Ekosistem TIK Nasional

APKOMINDO berdiri pada 1991 dan telah berkontribusi dalam perkembangan industri komputer serta teknologi informasi di Indonesia. Perjalanan ekosistem tersebut turut menjadi landasan bagi pengembangan APTIKNAS, yang dideklarasikan pada 2017 untuk memperluas peran pelaku usaha TIK nasional dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan transformasi digital.

Saat ini, APTIKNAS memiliki jaringan di 31 DPD dari Aceh hingga Papua, dengan sekitar 2.000 perusahaan anggota. Jaringan tersebut menjadi modal penting untuk memperluas adopsi teknologi, memperkuat kapasitas pelaku usaha TIK, serta menjembatani kebutuhan pengguna dengan penyedia solusi teknologi di berbagai daerah.

Menurut Hoky, agenda Making Indonesia 4.0 dan pengukuran kesiapan industri melalui Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) perlu diikuti implementasi yang terarah dan terukur.

“Transformasi digital harus disesuaikan dengan tingkat kesiapan setiap perusahaan. Kita perlu memastikan bahwa teknologi yang diadopsi benar-benar menyelesaikan masalah operasional, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, dan memberikan dampak ekonomi yang dapat dievaluasi,” tambahnya.

APTIKNAS juga mendorong peningkatan kompetensi talenta digital agar pelaku industri tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu mengintegrasikan, mengembangkan, dan memanfaatkan solusi digital sesuai kebutuhan pasar Indonesia.

Penguatan AI, Talenta Digital, dan Kerja Sama Regional

Komitmen APTIKNAS dalam mendorong pemanfaatan AI juga diwujudkan melalui keterlibatannya dalam berbagai forum dan kerja sama strategis. Salah satunya melalui ASOCIO Digital & AI Summit 2026, yang diselenggarakan pada 5–7 Oktober 2026 di Jakarta dengan APTIKNAS sebagai tuan rumah.

ASOCIO merupakan federasi industri TIK kawasan Asia–Oseania yang berdiri sejak 1984 dan menghimpun organisasi anggota dari 25 negara dan ekonomi. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan, penguatan jejaring bisnis, dan penjajakan kerja sama digital lintas negara.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hadir menyampaikan pandangan mengenai infrastruktur di era AI dan menerima penghargaan ASOCIO atas kepemimpinan di bidang infrastruktur digital dan konektivitas regional. Sementara itu, Karim Taslim terpilih sebagai Vice Chairman ASOCIO untuk periode 2027–2028.

APTIKNAS juga berkontribusi dalam pengembangan talenta dan kebijakan AI nasional. Sandy Kusuma, Wakil Ketua Umum APTIKNAS Bidang Talenta Digital, turut berpartisipasi dalam tim penyusunan Peta Jalan Nasional AI. Keterlibatan pelaku industri diperlukan agar arah kebijakan AI dapat selaras dengan kebutuhan dunia usaha, kesiapan sumber daya manusia, dan perkembangan teknologi.

AI Harus Diimbangi Keamanan Siber dan Kepastian Hukum

Seiring meningkatnya penggunaan AI dan integrasi sistem digital, aspek keamanan siber, pelindungan data pribadi, kekayaan intelektual, dan tata kelola teknologi harus menjadi bagian dari strategi transformasi sejak awal.

Dalam perspektif hukum, Sekretaris Jenderal Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), Hoky, menekankan pentingnya kepastian hukum dan tanggung jawab yang jelas dalam penerapan teknologi baru.

“Inovasi AI perlu berkembang dalam kerangka tata kelola yang bertanggung jawab. Pelindungan data pribadi, penghormatan terhadap hak kekayaan intelektual, transparansi penggunaan teknologi, dan kejelasan pertanggungjawaban harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Menurutnya, keamanan siber bukan sekadar persoalan teknis, melainkan fondasi kepercayaan dalam ekosistem digital. Tanpa sistem yang aman dan tata kelola yang memadai, manfaat transformasi digital berisiko tidak optimal dan dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan maupun masyarakat.

Karena itu, kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, asosiasi TIK, dan komunitas hukum diperlukan untuk mendorong penerapan teknologi yang inovatif sekaligus aman, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

NCC 2026 Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber

Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital yang aman dan tepercaya, National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta.

NCC menjadi salah satu wadah kolaborasi untuk mempertemukan pemangku kepentingan di bidang keamanan siber, pemerintah, industri, asosiasi, dan penyedia solusi teknologi. Kegiatan ini diharapkan mendorong peningkatan kesadaran, penguatan kapasitas, serta kerja sama dalam menghadapi risiko keamanan digital yang semakin kompleks di era AI.

Hoky menilai penguatan keamanan siber harus berjalan seiring dengan transformasi industri. Semakin luas pemanfaatan AI dan semakin terhubung sistem operasional perusahaan, semakin besar pula kebutuhan untuk menjaga kerahasiaan data, integritas sistem, dan keberlangsungan layanan.

Dukungan Pemerintah dan Jajaran Pengurus APTIKNAS

The 8th Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 turut dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah, antara lain Drs. Slamet Aji Pamungkas, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN RI; Cahyono Adhifatra, S.Sos., M.M., Direktur Keamanan Siber dan Sandi Industri BSSN; serta Dony Harso, Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif.

Kehadiran para pejabat tersebut memperkuat pentingnya koordinasi antara pemerintah dan industri dalam membangun transformasi digital yang produktif, inovatif, dan aman. Pengembangan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan keamanan siber, peningkatan kapasitas industri, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Turut hadir jajaran pengurus DPP APTIKNAS, yaitu Aditya Adiguna, Andi Mulja Tanudiredja, Andy Febrico Bintaro, Andri Sugondo, Angelika Putri, Ardian Elkana, Cepu Supriyanto, Hartanto Sutardja, Inge Soesianto, Merry, Sandy Kusuma, Soetresno Hartanto, Yolanda Roring, Yuliasiane Sulawiyati, dan Yuliyanti.

Kehadiran jajaran pengurus tersebut mencerminkan komitmen APTIKNAS untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, asosiasi, pelaku industri, dan penyedia solusi teknologi dalam mendorong implementasi Industri 4.0 yang produktif, aman, dan berkelanjutan.

APKOMINDO dan APTIKNAS berharap The 8th Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 dapat menghasilkan tindak lanjut konkret, mulai dari perluasan adopsi teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan kemitraan industri, hingga penerapan AI yang memberikan manfaat nyata bagi perusahaan dan perekonomian nasional.

“Keberhasilan Indonesia 4.0 bukan ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang kita miliki, melainkan oleh seberapa besar manfaatnya bagi produktivitas, kompetensi tenaga kerja, keamanan, dan daya saing industri nasional. Mari kita ubah kolaborasi menjadi implementasi, implementasi menjadi produktivitas, dan produktivitas menjadi daya saing Indonesia,” tutup Hoky.

Share :