GOSULUT.ID – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Umar Karim menyampaikan persoalan ketidakakuratan data desil kepada masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan aleg Nasdem itu di hadapan masyarakat Desa Payu Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, Kamis (05/11/2026)
Umar mengatakan bahwa persoalan tersebut telah ditelusuri hingga ke Jakarta. Salah satu temuan berkaitan dengan kesalahan informasi pekerjaan dalam pendataan di tingkat desa.
“Pendataan harus sesuai kondisi riil masyarakat, bukan berdasarkan perkiraan atau informasi yang tidak terverifikasi,” katanya.
Untuk itu ia meminta warga memeriksa status desil melalui layanan Cek Bansos menggunakan NIK.
“Jika tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data melalui pemerintah setempat,” imbuhnya kembali.
Selain hal itu, anggota Komisi I itu juga menjelaskan mekanisme pengusulan bantuan bibit jagung yang sebagian besar bersumber dari APBN.
“Kelompok tani diminta mengajukan kebutuhan melalui kepala desa untuk diteruskan ke Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo,” sambungnya.
Selain dua hal itu, Umar juga menerima Aspirasi lainnya seperti bantuan pangan, pengadaan tenda dan kursi untuk rukun duka, kepesertaan BPJS yang tidak aktif, serta persoalan warga yang belum masuk Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Ia menanggapi bahwa seluruh aspirasi warga akan menjadi catatan untuk diperjuangkan melalui fungsi pengawasan dan penganggaran DPRD.
Kegiatan reses mantan anggota DPRD Kabupaten Gorontalo itu juga dihadiri Kepala Desa Payu Hasni Tooli, perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Saripa Pangalima, dan Kapolsek Mootilango.









