GOSULUT.ID – Prajurit Satgas Mobile Yonif 713/Satya Tama yang bermarkas di Gorontalo menunjukkan aksi nyata membantu masyarakat pedalaman Papua. Bersama Vertical Rescue Indonesia (VRI) dan warga setempat, mereka berhasil membangun Jembatan Merah Putih di Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Pembangunan jembatan ini merupakan inisiatif Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, sebagai solusi konkret atas krisis infrastruktur penghubung di wilayah terisolir.
Jembatan Merah Putih Ugimba diresmikan pada Selasa, 13 Oktober 2026 oleh Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, mewakili Panglima Kogabwilhan III.
Distrik Ugimba yang berada di kawasan pegunungan tinggi Intan Jaya selama ini memiliki tantangan geografis berat dan keterbatasan akses transportasi. Kehadiran jembatan ini menjadi vital untuk mempermudah mobilitas warga, memangkas waktu tempuh, serta menunjang aktivitas sosial dan ekonomi.
Komandan Satgas Yonif 713/Satya Tama, Letkol Inf Widyastomo E. N., menegaskan bahwa jembatan ini adalah wujud kepedulian TNI terhadap kesejahteraan rakyat di daerah penugasan.
“Bagi kami, pembangunan jembatan ini bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membantu membuka akses masyarakat yang selama ini menghadapi tantangan geografis cukup berat. Kami berharap jembatan ini dapat mempermudah aktivitas warga dan mendukung kehidupan mereka sehari-hari,” ujar Letkol Widyastomo.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak lepas dari semangat gotong royong antara prajurit, tim VRI, dan masyarakat lokal.
Yonif 713/Satya Tama sendiri merupakan satuan infanteri asal Gorontalo yang diberangkatkan sejak Maret 2026 sebagai Satgas Pamtas RI-PNG Mobile. Selain menjalankan tugas pengamanan, para prajurit aktif terlibat dalam kegiatan teritorial dan kemanusiaan.
“Kami datang untuk menjalankan tugas negara sekaligus berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebagai prajurit Satya Tama, kami ingin kehadiran kami dirasakan melalui kerja nyata, dengan tetap mengutamakan kebersamaan dan menghormati masyarakat setempat,” pungkasnya.
Kini Jembatan Merah Putih Ugimba berdiri sebagai simbol sinergi dalam menjawab tantangan aksesibilitas di pedalaman Papua, sekaligus membawa harapan baru bagi kesejahteraan warga Distrik Ugimba.







