GOSULUT.ID – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Gorontalo Jurni Biahimo bergerak cepat merespons video viral yang diduga perkelahian pelajar SD di Tilango.
Didampingi Kasi Peserta Didik SD Wati Baderan, dan Kasi Peserta Didik SMP Selvi Katili, Jurni langsung menyambangi SDN 4 Tilango di sela agenda penyusunan materi teknis dan Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), Senin (05/10/2026).
Setelah dilakukan klarifikasi bersama Kepala SDN 4 Tilango Zainal Arifin, Pengawas Abd. Azis Lajompo, dan Korwil Sutrisno R. Poiyo, dipastikan bahwa peristiwa dalam video tersebut bukanlah perkelahian.
Kejadian itu merupakan permainan siswa kelas V dan kelas VI yang sengaja dibuat untuk konten. Namun setelah tersebar luas di media sosial, video tersebut menimbulkan persepsi keliru seolah terjadi perkelahian antar siswa.
Menindaklanjuti hal itu, pihak sekolah telah melakukan pembinaan dengan memanggil orang tua atau wali murid yang bersangkutan.
Dalam kunjungannya, Jurni Biahimo memberikan pembinaan persuasif kepada siswa. Ia mengingatkan agar anak-anak lebih berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya saat membuat konten media sosial yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga orang tua dan lingkungan ketika anak berada di luar jam sekolah.
“Pengawasan anak tidak berhenti ketika jam sekolah selesai. Orang tua harus tetap memberikan perhatian terhadap aktivitas anak di luar lingkungan sekolah,” tegasnya.
Jurni menekankan enam poin penting, yakni pengawasan berkelanjutan di luar sekolah, edukasi bijak bermedia sosial, pembinaan persuasif dan berkelanjutan, penyaluran bakat melalui ekstrakurikuler, komunikasi yang kuat antara sekolah dan orang tua, serta peran lingkungan dalam pembentukan karakter.
“Bakat anak perlu ditelusuri dan dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan potensi dan keberadaan anak,” ujarnya.
Ia juga mendorong sekolah dan orang tua untuk aktif mengenali potensi setiap anak, baik di bidang olahraga, seni, maupun kepemimpinan, agar kreativitas mereka tersalurkan ke kegiatan positif.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Dikbud Kabupaten Gorontalo untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif dengan memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. (Adv)







