Scroll ke bawah untuk membaca
Kabupaten Gorontalo

Bupati Gorontalo Perintahkan Cairkan TPP 13 dan 14 untuk Gairahkan Ekonomi Rakyat

106
×

Bupati Gorontalo Perintahkan Cairkan TPP 13 dan 14 untuk Gairahkan Ekonomi Rakyat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Foto: AI/Gosulut)

GOSULUT.ID – Angin segar berembus di pasar-pasar tradisional dan warung-warung kecil di pelosok Kabupaten Gorontalo. Sejak Jumat (2/9/2026) kemarin menjadi hari penuh berkah, bukan hanya bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga bagi para pedagang kaki lima, tukang ojek, hingga petani sayur.

Merespons instruksi langsung dari Bupati Gorontalo, Kepala Badan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BKPD) Dr. Endi Manyoe, bergerak cepat merealisasikan penyaluran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) 13 dan TPP 14 sekaligus.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Menurutnya Perintah ini bukan sekadar urusan administrasi atau sekadar bagi-bagi hak pegawai, melainkan sebuah strategi besar untuk menyalakan kembali roda ekonomi di tingkat bawah.

Ketika TPP mengalir ke rekening para ASN, uang tersebut tidak akan berdiam lama di sana. Bagaikan air yang mengalir dari hulu, ia akan mencari jalannya sendiri menuju hilir menyapa jemari para pedagang pasar, melunasi belanjaan di warung tetangga, dan menghidupkan kembali senyum di wajah-wajah pelaku usaha kecil.

Kebijakan Menderaskan Aliran Fiskal

Kebijakan ini dibedah secara mendalam oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Gorontalo Dr. Bambang Supriyanto.

Pria sederhana yang kental dengan karakter akadenis itu menjelaskan bahwa keputusan Bupati ini murni menggunakan logika ekonomi makro yang berpihak pada rakyat kecil, atau yang dikenal dengan istilah trickle down effect (efek menetes ke bawah).

“Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memperbesar trickle down effect , dengan cara menderaskan aliran fiskal langsung hingga ke level masyarakat yang paling bawah,” ujar Bambang Supriyanto.

Menurutnya, dalam struktur ekonomi daerah, ASN adalah motor penggerak konsumsi yang sangat potensial. Ketika pendapatan mereka bertambah lewat TPP 13 dan 14, dampaknya akan langsung dirasakan oleh pasar domestik secara instan.

“Uang di kantong ASN adalah stimulus fiskal yang paling cepat dan paling tepat untuk menggairahkan konsumsi lokal. Saat ASN berbelanja, transaksi di pasar-pasar tradisional akan langsung melonjak. Ini bukan cuma soal jual-beli hari ini, tapi untuk memperlancar seluruh rantai pasok permintaan (demand supply chain). Petani yang memasok sayur, peternak yang memasok ayam, hingga te uti bentor yang mengantar barang, semuanya ikut menikmati perputaran uang ini,” urai Kepala Bapperida itu dengan logis.

Harapan Baru di Hari Jumat

Senada dengan Kepala Bapperida, Asisten 3 Kabupaten Gorontalo Dr. Darwin Romy Sjahrain ME, mengatakan dengan cairnya TPP 13 dan 14, pemerintah berharap daya beli masyarakat kembali kuat.

Kebijakan ini membuktikan bahwa setiap rupiah uang negara yang dikeluarkan untuk ASN, pada akhirnya akan kembali menjadi napas kehidupan bagi warung-warung kecil, pedagang ikan keliling, dan seluruh lapisan masyarakat bawah di Kabupaten Gorontalo.

Hari Jumat kemarin bukan sekadar hari pencairan dokumen keuangan, melainkan hari di mana optimisme ekonomi kembali ditiupkan ke tengah-tengah rakyat.

Share :