GOSULUT.ID – Aktivitas Galian C di Desa Pilohayanga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, tidak hanya menimbulkan polusi debu, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan.
Hal itu diakui oleh Camat Telaga, Sofyan Ali saat diwawancarai awak media, Kamis (24/9/2026) kemarin.
Menurut Sofyan, kondisi kemarau panjang yang terjadi saat ini membuat debu semakin parah. Bahkan tanpa ada aktivitas kendaraan, angin kencang saja sudah membuat debu beterbangan di permukiman warga.
Apalagi, dengan adanya aktivitas dump truck pengangkut material yang lalu lalang melewati rumah-rumah penduduk, polusi udara pun tak terhindarkan.
Namun menurutnya, dampak yang ditimbulkan tidak hanya soal debu.
“Dan memang resikonya cukup sangat besar bukan hanya cuma debu tapi kalau seandainya mobil yang sedang ada muatan maka resikonya bagi pengendara di belakang,” ujar Sofyam.
Ia menjelaskan, jika muatan material tidak ditutup terpal, berisiko menimbulkan percikan batu-batu kecil yang dapat membahayakan kendaraan di belakangnya, terutama pengendara sepeda motor.
“Ketika kalau tidak ditutup dengan terpal, tidak diminta-minta ada percikan-percikan atau bebatuan kecil nantinya yang beresiko bagi kendaraan yang ada di belakang mereka terutama pengendara motor,” tegasnya.
Terkait keluhan warga tersebut, Sofyan memastikan Pemerintah Kecamatan bersama Pemerintah Desa segera turun ke lokasi untuk mengecek kondisi sebenarnya di lapangan.
“Karena ini adalah aspirasi masyarakat maka langkah konkret yang kita harus laksanakan saat ini pertama kami akan segera turun ke lokasi memastikan kondisi sebenarnya,” katanya.
Ia juga akan berkoordinasi dengan Pemdes dan melakukan komunikasi secara persuasif dengan pihak pengelola Galian C, mengingat aktivitas tersebut memiliki izin resmi.
“Kita tidak boleh hanya sepihak mengambil tindakan maka langkah-langkah yang harus dilakukan akan secara persuasif dengan pihak investor yang ada di wilayah,” ungkapnya.
Sofyan juga menegaskan akan meminta pertanggungjawaban pihak pengelola jika ditemukan sopir yang sulit diatur saat di jalan.
“Jika seandainya kita temui (sebagaimana) penyampaian mereka kalau ada sopir yang agak sedikit nakal, maka kita minta tanggungjawab dari pihak mereka. Kalau seandainya ada sopir seperti itu kita akan sampaikan ke pihak Galian C untuk tidak menggunakan armada tersebut,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Gosulut.id tengah berupaya mendapatkan informasi hasil turun lapangan dari Pemerintah Kecamatan Telaga.







