Scroll ke bawah untuk membaca
Provinsi Gorontalo

Tembus Rp13,8 Miliar, KPKNL Gorontalo Gelar 518 Lelang Hingga Juli 2026

204
×

Tembus Rp13,8 Miliar, KPKNL Gorontalo Gelar 518 Lelang Hingga Juli 2026

Sebarkan artikel ini
Kantor KPKNL Gorontalo. (Foto: Aldy/Gosulut)

GOSULUT.ID – Kinerja lelang di Gorontalo terus meningkat. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang atau KPKNL Gorontalo mencatat sudah 518 paket lelang digelar hingga Juli 2026, dengan total nilai mencapai sekitar Rp13,8 miliar.

Kepala KPKNL Gorontalo Purwito mengatakan, capaian itu tidak lepas dari kemudahan sistem digital yang kini diterapkan. Masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor untuk mengikuti lelang.

Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

“Semua proses bisa dilakukan lewat HP. Dari daftar, lihat katalog, sampai penawaran,” ujar Purwito kepada awak media, Kamis (13/8/2026).

Untuk ikut, calon peserta cukup membuat akun di platform lelang resmi pemerintah. Saat pendaftaran wajib mengunggah KTP dan NIK. Data kemudian diverifikasi petugas.

Jika akun sudah aktif, peserta bebas mengikuti lelang di mana saja di Indonesia.

“Misalnya mau beli mobil di Makassar atau tanah di Manado, tidak perlu ke KPKNL sana. Cukup punya akun dan ikut secara online,” jelasnya.

Dalam sistem ini, peserta bisa memilih lelang berdasarkan KPKNL penyelenggara. Informasi objek, jadwal, dan limit harga tersedia.

Peserta juga bisa mengajukan bid dan memperbaruinya hingga batas waktu. Nilai tawaran peserta lain bisa dilihat, tapi identitasnya disamarkan.

Purwito juga menegaskan, lelang bukan hanya untuk aset sitaan atau bermasalah. KPKNL melayani penjualan Barang Milik Negara, Barang Milik Daerah, aset perbankan, hingga barang milik pribadi.

Warga yang ingin menjual barang pribadi juga bisa mengajukan ke KPKNL. Nantinya barang akan dipasarkan secara nasional lewat platform digital.

“Jadi kalau ada warga punya barang mau dijual, silakan ajukan ke kami. Pemasarannya menjangkau seluruh Indonesia,” katanya.

Dengan sistem ini, Purwito berharap layanan lelang semakin transparan, praktis, dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Ia juga mengimbau agar peserta membaca syarat, jadwal, dan mekanisme setiap objek sebelum ikut.

Share :